Breaking News:

Berita Jambi

Meningkat, Hingga Juni Ini, 8 Pasien Demam Berdarah di Kota Jambi Meninggal, 616 Warga Terjangkit

Di saat musim hujan, penampungan air serta genangan air menjadi sasaran utama nyamuk untuk bersarang.

Penulis: Rohmayana | Editor: Deni Satria Budi
tribunjambi/tommy
Ilustrasi. Meningkatnya kasus DBD di Kota Jambi, membuat beberapa tempat warganya melakukan fogging di Jelutung 

Hingga Juni 2020, 8 Pasien DBD di Kota Jambi Meninggal Dunia, 616 Warga Terjangkit DBD

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Di saat musim hujan, penampungan air serta genangan air menjadi sasaran utama nyamuk untuk bersarang. 

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dikuatirkan juga menjadi momok bagi masyarakat.

Tercatat dari data Dinas Kesehatan Kota Jambi hingga 5 Juni 2020 sudah ada 8 pasien meninggal dunia akibat penyakit DBD dan sebanyak 616 pasien terjangkit DBD. 

Jika dibandingkan tahun 2019 pasien DBD tercatat sebanyak 634 kasus dan 10 pasien meninggal. 

Kasus DBD di Bungo Meningkat Tajam di Tengah Pandemi Covid-19, Dinkes Catat Ratusan Kasus

Terjadi Penurunan Kasus DBD di Kabupaten Tanjab Barat, Pemerintah Imbau Tetap Jaga Pola Hidup Sehat

Artinya kasus DBD meningkat drastis di tahun 2020. Padahal saat ini baru berada di pertengahan bulan Juni. 

Ida Yuliarti, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi mengatakan, pihaknya langsung menyemprot sekitar rumah warga yang terserang DBD.

Mengingat saat ini sedang terjadi pandemi virus corona, Ida Yuliarti tak menapik jika kasus DBD sedikit terlupakan. 

Namun dirinya juga tetap mengimbau warga untuk tetap waspada saat musim hujan.

Deretan Pekerjaan Rumah Tangga yang Setara dengan Olahraga Ringan, Cocok Selama Pandemi Covid-19

Ilegal Drilling di Kawasan HTI, DLH Sarolangun Akui Belum Terima Laporan Resmi

Selain itu tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar, dan laksanakan pola hidup sehat.

“Jangan sampai ada genangan air disekitar rumah, atau ada sampah yang berisi genangan air. karena lingkungan seperti ini yang membuat nyamuk bersarang,” kata Ida, Jumat (5/6/2020).

Ia juga mengatakan bagi warga yang merasa demam sudah 3 hari agar segera memeriksakan diri ke puskesmas atau klinik terdekat.

Karena seperti diketahui bahwa gejala penyakit DBD terjadi demam selama tiga hari berturut-turut, lalu pada hari ke empat menurun, hari ke lima masuk ke fase shock.

“Jadi kalau panasnya sudah turun belum tentu itu sudah sembuh. Bisa jadi karena DBD. Biasanya ditandai pada anak-anak tubuhnya lemas, tidak ada tenaga, dan keringat dingin,” katanya.

Menurut Ida karena saat ini sedang pandemi virus corona, diminta agar pasien yang berobat agar memberikan keterangan yang jelas tentang kronologi penyakit kepada pihak puskesmas atau klinik kesehatan.

Supaya pihak puskesmas dapat mendiagnosa dengan jelas, dan fokus dengan pemeriksaan fisik.

“Tetap harus datang ke fasilitas kesehatan, paling tidak kita minta cek labor yakni cek trombosit darah,” pungkasnya. (Tribunjambi.com/Rohmayana) 

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved