Ketua RT Tampar Nenek di Bogor Gara-gara Bansos, Kesal Sudah Dituduh Maling

Inilah pengakuan Ketua RT berinisial AS pelaku penganiayaan terhadap Nenek Arni (70) atas peristiwa yang terjadi.

Editor: Rahimin
istimewa
Seorang nenek bernama Arni (70) mendapatkan perlakuan kasar dari penyalur bansos yang tak lain adalah ketua RT, keduanya pun didamaikan oleh pihak kepolisian di Kampung Harapan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/5/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM - Inilah pengakuan Ketua RT berinisial AS pelaku penganiayaan terhadap Nenek Arni (70) atas peristiwa yang terjadi.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi setelah Nenek Arni mengajukan protes soal bansos yang didapatnya.

Permasalahan tersebut merupakan buntut dari buruknya pendataan penerima bansos. Arni tidak terima bansos beras yang diterimanya dipotong.

Ia pun mengajukan protes ke balai desa. Karena ketua RT tidak terima atas tuduhan Arni, ia pun tidak bisa mengendalikan emosinya.

Rahmat Kadir Ceritkan Alasan Siram Air Keras ke Novel Baswedan, Dia Pengkhianat

Hampir 3 Tahun Simpan Informasi Penyiraman Air Keras ke Novel, Ronny Akhirnya Ngaku ke Atasan

Mahfud MD Tegaskan, Pilkada Serentak Tak Bakal Ditunda Tetap Dilaksanakan 9 Desember 2020

Keributan pun terjadi di balai desa, Kampung Harapan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kasus penganiayaan terhadap nenek Arni di Bogor kini masih menjadi sorotan. Namun kedua pihak saat ini telah berdamai dan saling memaafkan.

Lantas bagaimana pengakuan ketua RT AS?

AS menjelaskan kejadian bermula ketika Nenek Arni marah-marah saat bantuan sosial (bansos) berupa beras dari Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat dibagikan.

AS mengaku tak sengaja menganiaya karena ia dalam keadaan lelah usai mengurus bansos. Bankah, saat itu Nenek Arni menuduh dirinya sebagai maling.

Perkataan Nenek Arni itu diucapkan di depan warga Kampung Harapan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. "Di sana saya dimaki-maki, dituduh maling di depan banyak orang.

Makanya saya refleks bela diri dan kebetulan kena muka dia (Nenek Arni)," aku AS dilansir dari Kompas.

AS menilai terjadi salah paham tentang penyaluran bansos dari Bupati Bogor berupa beras 30 kilogram per tiga bulan.

Menurut AS, berdasarkan data, penerima bansos tertulis atas nama Nirlana yang tak lain adalah menantu Nenek Arni. Meski demikian, Nirlana sudah bercerai dengan istrinya.

Kabar Gembira, Pemerintah Umumkan Mampu Menghasilkan Vaksin Virus Corona

Depan Hakim Ronny Bugis Cerita Detik-detik Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan

Usai Dibebaskan dari Penjara, YouTuber Ferdian Paleka Ngaku Betah di Dalam

Hingga kemudian disepakati penerima bansos dilimpahkan kepada Nenek Arni sebanyak satu karung atau 15 kilogram beras.

Namun, lanjut AS, Nenek Arni tetap memaksa bahwa dirinya harus menerima dua karung beras.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved