UIN STS Jambi Jalin Kerja Sama dengan Singapura, Fokus Pada Pendidikan

Mohamad Maliki Osman, Menteri Senior bidang Pertahanan dan Urusan Luar Negeri Singapura hadir dalam forum dialog yang berlangsung di UIN STS Jambi.

Tribunjambi/Nurlailis
Mohamad Maliki Osman, Menteri Senior bidang Pertahanan dan Urusan Luar Negeri Singapura hadir dalam forum dialog yang berlangsung di UIN STS Jambi, Selasa (11/2). 

UIN STS Jambi Jalin Kerja Sama dengan Singapura, Fokus Pada Pendidikan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -Mohamad Maliki Osman, Menteri Senior bidang Pertahanan dan Urusan Luar Negeri Singapura hadir dalam forum dialog yang berlangsung di UIN STS Jambi, Selasa (11/2). Kedatangan Menteri ini disambut Rektor UIN STS Jambi, Su'aidi Asy'ari. 

Hadir pula bersama dengan rombongan menteri Richard Grosse, dari Konsulat general Singapura, Wei Zhe Pitt, Country officer Singapura untuk Asia Tenggara, dan Jeremy Sor, Deputy director untuk Asia Tenggara.

Mohamad Maliki Osman menyampaikan kedatangannya ke Jambi merupakan kali kedua. Sebelumnya pada 2017 ia juga pernah ke Jambi untuk mempererat hubungan kerja sama dari aspek ekonomi, sosial, budaya, perhubungan dan lainnya.

 

Dampak Virus Corona di Jambi Meluas, Harga Karet Ikut Turun

Ekspor Udang Ketak Dihentikan Akibat Virus Corona, Nelayan Tanjab Barat Desak Pemerintah Cari Solusi

Tahun 2020, Tunjangan Kinerja Guru PNS Madrasah di Jambi Segera Cair

“Saya merasa senang bisa hadir di sini karena dulu saya juga seorang dosen. Saya juga merasa terharu karena keinginan mahasiswa untuk berdiskusi tentang isu yang menjadi keprihatinan mereka,” ungkapnya.

Melalui dialog ini muncul keinginan untuk terus berkolaborasi antara Singapura dan Jambi, untuk melanjutkan pendidikan ataupun penelitian. Selanjutnya bagaimana pihaknya akan memberi peluang kepada UIN untuk mengenali universitas di Singapura.

Ia juga merasa kagum dengan prestasi mahasiswa di sini yang fasih berbahasa Inggris karena bahasa Inggris dapat membuka peluang dalam hal pendidikan ataupun pekerjaan.

“Saya rasa pintu sudah terbuka antara Singapura dan universitas di Jambi ini yang penting adalah memahami keperluan masing-masing,” ujarnya.

Mengenai wacana kerja sama ini Rektor UIN STS Jambi, Su'aidi Asy'ari menyampaikan langkah pertama adalah membawa para dosen untuk mengunjungi sejumlah perguruan tinggi di Singapura dalam waktu yang tidak lama lagi.

Setelah itu pihaknya yang akan mengundang mereka ke sini untuk melihat kemungkinan bagian apa yang patut untuk jadi kerja sama.

“Ini seperti pucuk dicinta ulam pun tiba. Ketika kami berbicara tentang kolaborasi internasional tiba-tiba menteri Singapura datang ke sini,” ucapnya.

Saat ini UIN STS Jambi memiliki lebih dari 16.000 mahasiswa, termasuk 132 mahasiswa internasional. 5.644 atau 41% terdiri dari mahasiswa dan 7.735 atau 59% mahasiswi. Dengan jumlah dosen sebanyak 500, termasuk di dalamnya 15 profesor dan 1 dosen internasional. 

“Beberapa dosen kami juga memperoleh gelar Doktor dan Magisternya dari universitas-universitas di Barat dan Timur Tengah. Sayangnya, belum satupun yang memperoleh gelarnya dari Singapura,” paparnya.

Rektor mengatakan tema “Membangun kerja sama menuju dunia yang lebih adil, damai, dan sejahtera” dipilih untuk menciptakan dunia yang adil, damai, dan sejahtera, terutama di wilayah Asia Tenggara, setiap negara tetangga harus saling membantu di berbagai bidang. Kolaborasi sesama perguruan tinggi yang dibantu oleh masing-masing pemerintah sangat dibutuhkan saat ini.

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved