Ekspor Udang Ketak Dihentikan Akibat Virus Corona, Nelayan Tanjab Barat Desak Pemerintah Cari Solusi

Wabah Phnemoni berat bernama corona memiliki dampak yang sangat luar biasa bagi perekonomian, termasuk para nelayan di Tanjab Barat.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Darwin
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar rapat bersama perwakilan nelayan dan pengusaha udang ketak di ruang rapat Wakil Bupati Tanjab Barat, Selasa (11/2/2020). 

Ekspor Udang Ketak Dihentikan Akibat Virus Corona, Nelayan Tanjab Barat Desak Pemerintah Cari Solusi

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Wabah Phnemoni berat bernama corona memiliki dampak yang sangat luar biasa bagi perekonomian, termasuk para nelayan di Tanjab Barat.

Sudah bebera waktu belakang, ekspor udang dari nelayan Tanjab Barat dihentikan. Virus corona yang mewabah di China diduga sebagai penyebabnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar rapat bersama perwakilan nelayan dan pengusaha udang ketak di ruang rapat Wakil Bupati Tanjab Barat, Selasa (11/2/2020).

M. Taher, salah satu penampung udang ketak menyampaikan bahwa selama ini importir utama udang ketak dari Tanjab Barat adalah Hongkong dan Taiwan.

Sementara semua penerbangan menuju negara tersebut telah dihentikan, praktis ekspor udang ketak berhenti.

Virus Corona Wuhan Masih Mewabah, Muncul Penyakit Misterius di Nigeria, Sudah 15 Tewas

Menkes Terawan Merasa Terhina Saat Ahli Harvard Sebut Indonesia Tak Mampu Deteksi Virus Corona!

"Sementara kalau kita jual di lingkup lokal, harganya jauh, turun drasti," ungkapnya.

Senada dengan M. Taher, Fendi yang merupakan perwakilan nelayan pada kesempatan itu berharap agar Pemkab Tanjab Barat segera memberikan solusi terkait permasalahan ini.

Menurutnya pemberian bantuan jaring ikan dapat menjadi salah satu alternatif sementara bagi nelayan. Dengan adanya bantuan jaring ikan, nelayan tidak hanya bergantung pada tangkapan udang ketak semata.

"Ya setidaknya dengan menganti jaring kami menjadi jaring ikan, kami tidak bergantung menangkap udang ketak saja", kata fendi.

Asisten Perekonomian Setda, Erwin mengimbau kepada dinas terkait untuk segera mendata nelayan yang terdampak permasalahan ekspor udang ketak agar dapat segera ditindak lanjuti.

Selain itu Erwin juga menegaskan kepada dinas terkait untuk segera melakukan konsultasi ke pemerintah pusat terkait hal ini.

"Diharapkan nanti, setelah konsultasi dengan pemerintah pusat bisa didapatkan solusi. Setidaknya dengan adanya informasi dari kita, pihak kementerian sosial mendapatkan gambaran dan segera melakukan upaya antisipasi," jelasnya.

Sementara itu, kepada perwakilan nelayan dan penampung udang ketak, Asisten II yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bupati ini menyampaikan bahwa usulan penggantian jaring udang ketak ke jaring ikan akan di teruskan ke pimpinan untuk dipertimbangkan.

Dalam rapat itu Erwin juga menyarankan agar nelayan yang terdampak untuk sementara dapat beralih profesi menjelang kegiatan ekspor dibuka kembali.

"Karena lama atau tidaknya dampak dari permasalahan ini belum bisa diprediksi jadi menurut saya sementara waktu ya beralih profesi dulu demi kebertahanan perekonomian keluarga," katanya.(Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved