Tidak Hanya Tak Menanggapi Serangan Rudal Iran, Donald Trump Juga Bertindak Lebih Jauh, Eropa Lega

Para pemimpin Eropa merasa lega setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengindahkan permintaan publik dunia

Tidak Hanya Tak Menanggapi Serangan Rudal Iran, Donald Trump Juga Bertindak Lebih Jauh, Eropa Lega
NY Daily / New York Times
Iran bersumpah akan membalaskan dendam atas kematian Qasem Soleimani. Setelah puluhan rudal ditembakkan, sikap Donald Trump aneh, Eropa lega 

Tidak Hanya Tak Menanggapi Serangan Rudal Iran, Donald Trump Juga Bertindak Lebih Jauh

TRIBUNJAMBI.COM - Para pemimpin Eropa merasa lega setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengindahkan permintaan publik dunia untuk tidak meneruskan konfliknya dengan Iran.

Trump juga diketahui menyatakan untuk tidak menanggapi serangan rudal Iran terhadap dua pangkalan udara AS di Irak secara militer.

Dikutip dari TheGuardian.com, Rabu (9/1/2020) waktu Amerika Serikat, para pemimpin Eropa mendesak agar jeda untuk memungkinkan de-eskalasi antara AS dan Iran bisa kembali dimulai melalui sebuah dialog atau pembicaraan.

Seruan untuk perdamaian antara kedua belah pihak juga dibantu dengan tidak adanya korban Amerika, baik karena nasib baik ataupun keputusan yang disengaja oleh militer Iran, untuk tidak mengarahkan ke-22 rudalnya ke area vital yang ada di pangkalan udara Irbil dan Al Asad, di mana pasukan AS lebih rentan terdampak.

Anaknya Jadi Tersangka Jual Beli Senjata Api, Ayu Azhari Hanya Tuliskan Ini

Pasukan Elite Iran yang Ditakuti AS & Sekutu - Pasukan Quds, Garda Revolusi Iran & Rudal Fateh

Resep Dapur Aline Jambi, Bila Ingin Masak Udang Lada Hitam Tapi Daging Tak Alot

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menilai momen ini merupakan saat yang tepat untuk memulai upaya mediasi lebih lanjut bagi AS-Iran.

Dia sebelumnya menekan Trump untuk mencabut sanksi sementara untuk membuka jalan menuju perundingan, tetapi sikap presiden AS hanya berfokus pada manfaat politik potensial dari pembunuhan Jenderal Qassem Suleimani, yang dia lihat sebagai teroris terkemuka di dunia.

Sebagian besar analis percaya, Iran masih akan menafsirkan kejadian pekan lalu sebagai langkah untuk mengusir AS dari Irak dan akhirnya wilayah Timur Tengah.

Seorang pakar Inggris mengatakan, "Iran berpikir kampanye bukanlah episode tunggal."

"Ini merupakan respons asal yang sudah dikalibrasi, sehingga tidak cukup eskalasi untuk mengirim rudal Tomahawk AS ke Teheran, hasil yang ingin mereka hindari.”

Halaman
12
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved