ASN dan Pegawai Kesehatan Muarojambi Tertangkap Narkoba, Begini Reaksi Atasan

M Rusdi (41) yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diamankan oleh Satresnarkoba Polres Muarojambi, Kamis (14/11), merupakan seorang ASN.

ASN dan Pegawai Kesehatan Muarojambi Tertangkap Narkoba, Begini Reaksi Atasan

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-  M Rusdi (41) yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diamankan oleh Satresnarkoba Polres Muarojambi, Kamis (14/11), merupakan seorang ASN yang memiliki jabatan sebagai Kepala Bidang Infokom di Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Muarojambi.

Hal ini diakui Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Muarojambi, Deswir. Ia sendiri tidak menyangka bahwa yang tersandung perkara narkoba tersebut adalah bawahannya. Kata Deswir, MR dikenal sebagai orang yang disiplin dan rajin ke kantor.

"Iya dia benar kerja di kantor kita dan menjabat sebagai Kabid Infokom di Dinas Kominfo Muarojambi. Tidak nyangka kita kalo dia bisa terlibat narkoba, karena orangnya rajin kerja, ibadah juga," sebutnya.

Saat ditanya soal status MR sebagai ASN, Deswir menyebut akan mengikuti proses hukum dan juga aturan kepegawaian. Sementara untuk kelanjutannya, kata Deswir pihak BKD lah yang memiliki kewenangan.

KPU Sungai Penuh Umumkan Syarat Calon Perseorangan untuk Pilwako 2020

Baru Sehari Tarif Koja Trans Naik Rp5 Ribu Penumpang Anjlok 40 Persen, PT. MDT Jambi Cari Akal

RadjaGo, Transportasi Online Berbasis Syari’ah Kini Ada di Kota Jambi

Bawaslu Bungo Tidak Akan Perpanjang Perekrutan Panwascam, Malam Ini Terakhir

"Untuk statusnya sebagai ASN itu ada aturan di BKD, dengan kejadian ini kita harapkan tidak ada lagi ASN yang terlibat khususnya yang di Kominfo. Ini pelajaran kita bersama untuk menjauhi narkoba," pungkasnya.

Sementara itu tersangka lainnya yang juga bekerja sebagai ASN yaitu YF (43) yang bekerja di salah satu Puskesmas yang ada di Kabupaten Muarojambi juga turut tertangkap bersama dengan MR. Pada profesi yang sama LA (32) yang merupakan pegawai honorer di RSUD Ahmad Ripin juga terciduk dengan beberapa barang bukti yang telah diamankan.

Kepala bagian TU RSUD Ahmad Ripin, saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa terkait tersangka atas nama LA yang bekerja sebagai pegawai honorer, pihaknya belum menerima pemberitahuan terhadap hal tersebut. Sementara itu, terhadap pekerjaanya, kata Fauzan pihaknya tetap akan berpendoman terhadap kontrak kerja yang telah disepakati.

"Dimana apabila tidak masuk tanpa keterangan dan terlibat narkoba akan kami berhentikan secara tidak hormat. Sejauh ini belum ada pemberitahuan baik dari yang bersangkutan atau keluarga mengenai permasalahan ini," ujarnya.

Lebih lanjut, dalam kesempatan ini Fauzan ingin meluruskan kesimpang siuran atas status pegawai tersangka YF. Fauzan menyebutkan bahwa yang bersangkutan sudah satu tahun tidak tercatat sebagai PNS di lingkup RSUD Ahmad Ripin.

"Yang bersangkutan saat ini berdinas di puskesmas Awin Jaya. Kami dari jajaran manajemen sangat kecewa dengan kejadian ini, dimana seharusnya orang-orang kesehatan ini punya jasmani dan rohani yang sehat," terangnya.

WIKIJAMBI Lama Menghilang, Permainan Tradisional Gasing Kembali Ramai Dimainkan di Tanjab Barat

Ketua PPDI Bungo Tumpahkan Keluhan, Mengadu Saat Peringatan Hari Disabilitas Internasional

Ratusan Berkas CPNS Kota Jambi Tak Memenuhi Syarat, Gara-gara Ijazah

"Ini menjadi catatan penting bagi kami kedepan dan mungkin secara acak kami akan surati pihak BNN untuk melakukan tes urine bagi pegawai kami," pungkasnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Yes Isman juga menyayangkan adanya ASN yang bekerja di bawah Dinas Kesehatan terlibat dengan barang haram. Ia berharap tidak ada lagi ASN yang bekerja pada bidang kesehatan yang terlibat.

"Sekarang kita ikuti prosesnya, kita sudah menerima surat tembusan penahanannya. Atas surat tadi kita laporkanlah ke BKD untuk sanksi administrasinya. Seharusnya ASN Dinas Kesehatan memberikan contoh dan pemahaman kepada masyarakat bahayanya narkoba," katanya.

"Jadi kedepan kita harapkan ASN kita di dinas kesehatan ini lah yang menjadi pelopor untuk pencegahan dari bahayanya penggunaan narkoba," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved