RadjaGo, Transportasi Online Berbasis Syari’ah Kini Ada di Kota Jambi

Setelah hadirnya transportasi online, kini di Kota Jambi untuk pertama kalinya hadir transportasi online berbasis syari’ah, yakni RadjaGo.

RadjaGo, Transportasi Online Berbasis Syari’ah Kini Ada di Kota Jambi
Tribunjambi/Fitri Amalia
Kini di Kota Jambi untuk pertama kalinya hadir transportasi online berbasis syari’ah, yakni RadjaGo.

RadjaGo, Transportasi Online Berbasis Syari’ah Kini Ada di Kota Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setelah hadirnya transportasi online, kini di Kota Jambi untuk pertama kalinya hadir transportasi online berbasis syari’ah, yakni RadjaGo.

Sama dengan transportasi online lainnya, RadjaGo juga aplikasi yang bergerak dalam bidang layanan transportasi online. Tetapi yang membedakan dengan transportasi online lainnya, RadjaGo berbasis syari’ah dengan menggunakan sistem gender match.

"Sistem gender match itu, jika ada yang mengorder perempuan, maka pada sistem kita akan terbaca sehingga nanti driver yang menjemput driver wanita juga begitu juga jika sebaliknya dan tipe kendaraan juga bisa dipilih," jelas Angga, Staf RadjaGo Jambi, Selasa (3/12).

Bawaslu Bungo Tidak Akan Perpanjang Penerimaan Berkas Perekrutan Panwascam

Bendungan Raksasa Akan Dibangun di Meragin, Kepala BWSS VI Jambi Jelaskan Hal Ini

Semangat dalam Keterbatasan, Kreasi Siswa SLB Muara Bungo di Hari Disabilitas Internasional

Dia mengatakan, transportasi berbasis syari'ah ini telah hadir di 25 kota di Indonesia. RadjaGo asli karya anak Indonesia ini baru hadir di Kota Jambi sejak akhir Oktober 2019. Saat ini telah ada 10-15 armada di Kota Jambi, dan saat ini RadjaGo masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung menjadi driver RadjaGo.

Nama RadjaGo dipilih karena pada filosofinya pencetus RadjaGo ingin melayani para user, sehingga user dianggap sebagai raja.

"Pencetus RadjaGo adalah Ahmad Sabar, pria kelahiran Kalimantan Selatan, tepatnya di kota Batulicin, dan pertama kali kita launching di Bali," imbuhnya.

Dikatakan Angga, sudah tiga tahun Ahmad merintis di bisnis aplikasi dan saat ini tengah fokus mengembangkan Aplikasi RadjaGo.

"Basisnya memang sama dengan transportasi online lainnya, tapi sistemnya kami berbeda, kami juga menggunakan metode Lockdrive ( biaya automantance bulanan), cukup sekali bayar , driver sudah bisa full mendapatkan hasil dari tarikannya sekali bayar dalam sebulan," jelasnya.

Saat ini RadjaGo masih terus mengembangkan pelayanan jasa yang disediakan untuk Kota Jambi. Akan ada penambahan seperti layanan makanan, ambulace, truck dan lainnya. Masyarakat Kota Jambi saat ini sudah dapat mengunduh aplikasi RadjaGo di Playstore untuk menikmati layanannya.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved