Wikijambi

WIKIJAMBI Lama Menghilang, Permainan Tradisional Gasing Kembali Ramai Dimainkan di Tanjab Barat

Permainan tradisional gasing menjadi favorit anak-anak sekolah dasar di kawasan Kuala Tungkal, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjab Barat.

WIKIJAMBI Lama Menghilang, Permainan Tradisional Gasing Kembali Ramai Dimainkan di Tanjab Barat
Tribunjambi/Darwin
Siswa SD Xavarius Kuala Tungkal, Selasa (3/12/2019). 

Lama Menghilang, Permainan Tradisional Gasing Kembali Ramai Dimainkan di Tanjab Barat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Permainan tradisional gasing menjadi permainan favorit anak-anak sekolah dasar di kawasan Kuala Tungkal, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Hampir setiap hari anak-anak sekolah dasar di kawasan Kuala Tungkal ini mengisi waktu jam istirahat dengan bermain gasing kayu yang sekarang jarang dimainkan.

Bagi mereka, permainan gasing merupakan permainan yang sudah lama. Karena Gasing yang mereka pakai adalah gasing kayu yang cukup tradisional. Bahan ini terbuat dari olahan tangan tukang kayu kalau dijual bisa sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per gasing.

Belakangan ini, permainan yang hampir dilupakan ini kembali ramai dipermainkan. Tidak hanya kalangan anak-anak, dewasa pun turut memainkannya.

Ketua PPDI Bungo Tumpahkan Keluhan, Mengadu Saat Peringatan Hari Disabilitas Internasional

Siap- Siap SID, Endank Soekamti, Shaggydog Akan Menghibur Warga Jambi

Sadar Pentingnya Hak-hak Penyandang Disabilitas, Mashuri Sebut Akan Bikin Ini

VIDEO : 5 Jenis Buah yang Harus Dihindari Oleh Penderita Diabetes, Dari Sawo Hingga Anggur

Dari pantauan Tribunjambi.com di beberapa lokasi saat ini permainan berbahan dasar kayu ini pun kembali hadir ditengah perkembangan teknologi, seperti yang terpantau di salah satu sekolah.

"Kami biasanya main gasing saat istirahat atau pulang sekolah ketika musim gasing kami bermain gasing," kata Kevin salah seorang siswa SD Xavarius Kuala Tungkal, Selasa (3/12/2019)

Anak-anak yang bermain gasing tradisional ini sering tidak ingat waktu, terkadang mereka juga ditegur oleh gurunya, karena keasyikan bermain gasing tradisional saat jam istirahat.

M Rahim, satu diantara orang tua mengatakan permainan ini sudah lama dan kini muncul kembali mengingat memori lama.

Dia berharap permainan tradisional ini dapat dilestarikan dengan mengadakan ajang yang difasilitasi oleh pemerintah. (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved