Kisah Militer RI

KISAH Heroik Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang Lolos dari Maut Saat Drop Pasukan di Papua

TRIBUNJAMBI.COM - Ada fakta menarik yang barangkali tidak diketahui banyak orang, di balik profil gagahnya Panglima TNI

KISAH Heroik Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto  yang Lolos dari Maut Saat Drop Pasukan di Papua
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) membalas hormat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) usai acara serah terima jabatan di gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. 

Baca Juga: Srikandi TNI AD di Medan Dianiaya Orang Tak Dikenal, Berani Serang Saat Sang Perwira Selesai Belanja, Diduga Orang Suruhan dengan Motif Balas Dendam

Program up grade lainnya adalah pada sayap yang lebih vertikal, mempunyai sistem autopilot dan tekanan udara. 

Sehingga CASA-212-300 sanggup terbang pada ketinggian 7925 m dan berkecepatan maksimal 370km dan jarak tempuh yang dicapai adalah 1433km. 

Dengan jarak tempuh yang melebihi panjang pulau Jawa itu, CASA-212-300 bukan lagi pesawat transport jarak pendek tapi jarak jauh. 

Baca Juga: Erat Hubunganya dengan Harta-Tahta-Wanita, Ini Deretan Skandal yang Pernah Mengguncang Dunia, Dari yang Berjamaah Hingga Kejatuhan Mantan Presiden Amerika

Sejak dioperasikan lebih dari 50 negara baik untuk kepentingan militer maupun sipil sedikitnya telah terjadi 71 kecelakaan yang menimpa CASA-212 dan merenggut lebih dari 400 korban jiwa. 

Kecelakaan pertama berlangsung bulan Mei 1987 ketika pesawat CASA-212 yang dioperasikan perusahaan penerbangan komersil AS, jatuh di Puerto Rico dan menewaskan dua orang penumpangnya. 

Kecelakaan CASA-212 yang rata-rata terjadi di pegunungan antara lain berlangsung di Panama, Venezuela, Kamerun, Chile, dan Indonesia. 

Tiga pesawat CASA-212-200 Indonesia yang mengalami kecelakaan di gunung berlangsung di Papua, Gunung Salak Bogor, dan Bahorok, Gunung Leuser, Sumatra Utara. 

Baca Juga: Dengar Kabar Istrinya Diselingkuhi Pemuda Kampung Saat Ditinggal Jadi TKI di Malaysia, Sepulang Dari Perantauan, Pria Ini Langsung Bacok Si Pemuda Hingga Tewas: Saya Puas!

Marsekal Hadi Tjahjanto saat berpangkat Kapten dan pilot CASA (tengah berkacamat)
Yoyok Prima Maulana
Marsekal Hadi Tjahjanto saat berpangkat Kapten dan pilot CASA (tengah berkacamat)

Sejumlah kecelakaan lain berlangsung di laut, saat akan mendarat, dan ditembak rudal musuh seperti yang terjadi di Serbia serta Afrika. 

Marsekal Hadi ketika menerbangkan CASA di Papua jelas sudah kenyang pengalaman dengan medan bergunung-gunung berkabut  yang sebenarnya sangat rawan bagi keselamatan penerbangan pesawat transport ringan.

Tapi berkat kemampuan terbangnya yang makin profesional Marsekal Hadi selalu berhasil menjalankan misi terbangnya.

Baca Juga: Berparas Tampan, Bertubuh Atletis, dan Digandrungi Masyarakat Indonesia, Artis Peran Asal India Shaheer Seikh Ternyata Miliki Adik yang Tak Kalah Memesona, Intip Foto-foto Paras Cantiknya

Yang lebih mujur lagi  para anggota Gerakan Kelompok Bersenjata (GPK) di Papua yang pernah menembakinya, saat itu  tidak memiliki rudal panggul penghancur pesawat seperti ‘’GPK’’ di Serbia dan Afrika.

Di kalangan para pilot TNI AU memang ada semacam pepatah. 

Para pilot TNI AU harus bersyukur dan juga harus dihargai karena mereka bisa mendarat selamat setelah latihan  menerbangkan pesawat yang dalam perawatannya  hanya mendapat anggaran terbatas dari negara.

Oleh karena itu para pilot TNI AU yang bisa mendarat selamat setelah melaksanakan misi tempur dan sebelumnya pernah ditembaki musuh, betul-betul menjadi pilot yang sebenarnya sangat beruntung.

Baca Juga: Dihamili Lalu Ditinggal Pergi, Wanita Ini Permalukan Pria Tak Bertanggung Jawab yang Memblokir Semua Kontaknya, Reklame Raksasa dengan Wajah dan Identitas si Pria Jadi Sasarannya

Apalagi jika pilotnya kemudian terus berprestasi dan bisa menjadi Panglima TNI

Benar-benar merupakan orang yang beruntung mengingat sepanjang sejarah berdirinya TNI (72 tahun) baru ada 2 Panglima TNI yang berasal dari matra TNI AU.(*)

Artikel ini telah tayang di Intisari-Online.com dengan judul "Pesawat Pernah Ditembak Dua Kali di Papua, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Termasuk Penerbang Yang Beruntung"

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved