Berita Jambi

Warung Tuaknya Selalu di Razia, Pemilik Warung Kesal, Debat Kusir dengan Petugas Soal Kadar Alkohol

Warung Tuaknya Selalu di Razia, Pemilik Warung Kesal, Debat Kusir dengan Petugas Soal Kadar Alkohol

Penulis: Rohmayana | Editor: Deni Satria Budi
Tribunjambi/Rohmayana
Warung Tuaknya Selalu di Razia, Pemilik Warung Kesal, Debat Kusir dengan Petugas Soal Kadar Alkohol 

Warung Tuaknya Selalu di Razia, Pemilik Warung Kesal, Debat Kusir dengan Petugas Soal Kadar Alkohol

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi, Rabu (16/10/2019) malam, melaksanakan kegiatan rutin razia penyakit masyarakat (Pekat) yang ada di Kota Jambi.

Dalam razia semalam, Satpol PP menggandeng Polisi Militer dan juga pihak PTSP dan menargetkan dalam razianya yakni peredaran minuman keras tanpa izin.

Tim dibagi menjadi dua, dan tim bergerak sekira pukul 08.00 WIB. Dikawasan Purnama, tim menemukan penjual tuak yang tidak terima warungnya di razia.

SatPol PP Kota Jambi Jalankan Razia Pekat, Segini Jumlah Tuak yang Diamankan

Hari ini Pilkades Serentak di Tanjab Barat, 218 Balon Kades Bersaing Perebutkan 56 Desa

Penting! Yahoo Groups Ditutup 21 Oktober, Semua Konten Dihapus, Ini yang Harus Anda Lakukan

Bahkan, penjual yang diketahui bernama Sinaga tersebut, sempat memukul meja lantaran kesal warungnya sering di razia petugas.

"Ini minuman tuak kan tidak memabukkan, kenapa di ambil. Sering sekali kalian ke sini ambil minuman saya," sebut pria tersebut, tampak kesal.

Anggota satpol pp pun mencoba menenangkan pria yang tampak emosi tersebut.

"Tidak memabukan dari mana pak, minuman tuak ini dapat memabukkan," jelas petugas.

VIDEO: Sidang Perdana SMB, Menangis Fitri Ungkap Ketidakadilan di Hadapan Majelis Hakim

Ketika Nikita Mirzani Harus Memilih Antara Barbie Kumalasari atau Rosa Meldianti, Siapa Dipilihnya?

PNS Jangan Macam-macam Buat Status Atau Komentar di Medsos, BKN Edarkan 6 Larangan Ini Catat!

Lantas pria tersebut membantah.

"Kau minum air mineral 10 liter juga mabuk, jagan samakan tuak dengan minuman alkohol," jelasnya.

Perdebatan pun semakin sengit saat pria tersebut meminta petugas menjelaskan kenapa tuak termasuk minuman berakohol.

"Jelaskan kepada saya," pinta pria tersebut.

Petugas pun menjelaskan tuak memiliki kadar alkohol di bawah lima persen.

"Pembuatan tuak ini kan diendapkan, di fermentasikan, itu yang menimbulkan alkoholnya," jelas petugas.

Tetapi pria paruh baya tersebut tetap tidak terima setelah mendapat beberapa penjelasan dari petugas, bahkan pria tersebut di minta untuk berhenti berjualan tuak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved