Berita Jambi

Warung Tuaknya Selalu di Razia, Pemilik Warung Kesal, Debat Kusir dengan Petugas Soal Kadar Alkohol

Warung Tuaknya Selalu di Razia, Pemilik Warung Kesal, Debat Kusir dengan Petugas Soal Kadar Alkohol

Warung Tuaknya Selalu di Razia, Pemilik Warung Kesal, Debat Kusir dengan Petugas Soal Kadar Alkohol
Tribunjambi/Rohmayana
Warung Tuaknya Selalu di Razia, Pemilik Warung Kesal, Debat Kusir dengan Petugas Soal Kadar Alkohol 

Perdebatan pun semakin sengit saat pria tersebut meminta petugas menjelaskan kenapa tuak termasuk minuman berakohol.

"Jelaskan kepada saya," pinta pria tersebut.

Petugas pun menjelaskan tuak memiliki kadar alkohol di bawah lima persen.

"Pembuatan tuak ini kan diendapkan, di fermentasikan, itu yang menimbulkan alkoholnya," jelas petugas.

Tetapi pria paruh baya tersebut tetap tidak terima setelah mendapat beberapa penjelasan dari petugas, bahkan pria tersebut di minta untuk berhenti berjualan tuak.

"Kalau sudah sering di razia kenapa masih menjual, kalau alasannya di sini penghasilan, kan bisa berganti usaha, lagi pula bapak tidak memiliki izin kan," jelas petugas.

Saat sedang berdialog, keluarga dari pria tersebut mengeluarkan semua drigen drigen bekas membuat tuak dengan cara di banting.

"Ambillah ini, ambil semua, bawa semuanya," jelas wanita yang mengeluarkan barang.

Setelah menenagkan pria penjual tuak, tim membawa beberapa derigen minuman tuak ke kantor Satpol PP Kota Jambi.

Sementara itu, Kasat Satpol PP Kota Jambi Yan Ismar mengatakan, dalam razia pekat tersebut, anggota berhasil mengamankan kurang lebih 12 derigen tuak atau sebanyak 240 liter minuman tradisional.

"Dan, nantinya minuman ini akan kami musnahkan," jelasnya.

Tidak hanya itu, tim juga mengamankan 15 botol minuman alkohol jenis bir.

Warung Tuaknya Selalu di Razia, Pemilik Warung Kesal, Debat Kusir dengan Petugas Soal Kadar Alkohol  (Rohmayana/Tribunjambi.com)

Penulis: Rohmayana
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved