Berita Nasional

Jokowi Ngotot Minta RKUHP Penghinaan Pada Presiden Dihapus, Tapi Ini Jawaban Yasonna Laoly di ILC

Jokowi Ngotot Minta RKUHP Penghinaan Pada Presiden Dihapus, Tapi Ini Jawaban Yasonna Laoly di ILC

Jokowi Ngotot Minta RKUHP Penghinaan Pada Presiden Dihapus, Tapi Ini Jawaban Yasonna Laoly di ILC
Instagram @jokowi
Presiden Jokowi 

Jokowi Ngotot Minta RKUHP Penghinaan Pada Presiden Dihapus, Tapi Ini Jawaban Yasonna Laoly di ILC

TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) sempat meminta satu di antara pasal Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang disebut-sebut mengenai penghinaan presiden dihapuskan.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengaku tidak bisa serta merta menghapuskan pasal tersebut mengingat Indonesia adalah negara beradab serta nasib para presiden setelah Jokowi nantinya.

Dilansir TribunWow.com, pernyataan Yasonna Laoly diungkapkan dalam unggahan kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (24/9/2019).

Baca: Ditanya Karni Ilyas soal RKUHP Atur Kumpul Kebo Namun Tak Bahas LGBT, Begini Jawaban Yasonna Laoly

Baca: Saat Debat Panas di ILC dengan Yasonna Laoly, Karni Ilyas 2 Kali Beri Imbauan ke Ketua BEM UI & UGM

Baca: YASONNA Laoly Malu sampai Tutup Mata Dengar Argumen Mahasiswa soal RKUHP, Lihat Balasan Haris Azhar

Baca: Ditanya Karni Ilyas soal RKUHP Atur Kumpul Kebo Namun Tak Bahas LGBT, Begini Jawaban Yasonna Laoly

Baca: Bebby Fey Ancam Youtuber Ternama yang Tidurinya, Ada Gosip DJ Cantik Itu Ditawari Rumah dan Mobil

Baca: Bu Dosen Terkejut Bukan Kepalang! Gerebek Suami yang Tengah Buat Zina dengan SPG Cantik saat Ngamar

Baca: Sebut Sebagai Draft Undang-undang Teraneh di Dunia, Hotman Paris Kritik Pedas soal RKUHP

Awalnya, Yasonna Laoly meluruskan soal istilah 'Penghinaan Presiden' lantaran dalam Pasal 217 yang tertulis adalah 'Penyerangan Kejormatan atau Harkat dan Martabat Presiden dan Wakil Presiden'.

"Soal penghormatan presiden, soal penghinaan, bukan penghinaan bahasanya, tidak ada satu kata pun 'penghinaan', (tapi) penyerangan harkat dan martabat," ralat Yasonna Laoly.

Yasonna Laoly kemudian memberi contoh jika Karni Ilyas mengkritik kinerjanya sebagai petinggi negara.

Baginya, kritikan dari masyarakat kepada dirinya bukanlah suatu masalah yang bisa memunculkan tuntutan.

Baca: Dibutuhkan Kuota 197.111, Update Info CPNS 2019 - Berikut Tahapan dan Prosedur Pendaftarannya

"Bang Karni, kalau Bang Karni bilang sama saya, 'Laoly itu Menteri Hukum dan HAM tidak becus mengurus lapas, tidak becus mengurus imigrasi, tidak becus kerja'," ujar Yasonna Laoly disambut tepuk tangan hadirin.

Namun jika sampai Yasonna Laoly dihina Karni Ilyas dengan ucapan kasar, maka ia berhak untuk menuntut.

"But whilst (tapi ketika) Bang Karni bilang 'Laoly itu anak haram jadah, Laoly itu binatang', I'll get you (Saya akan kejar Anda), ke liang lahat pun saya kejar," kata Yasonna Laoly.

Yasonna Laoly memegang prinsip di kampung halamannya di Sulawesi Selatan untuk mempertahankan harkat dan martabat.

"Lebih baik mati berkalang tanah daripada menanggung malu," kata Yasonna Laoly.

Baca: Jokowi Tetap akan Menolak Terbitkan Perrpu Untuk Cabut UU KPK, Malah Minta Penolak Lakukan Hal Ini

Maka dari itu, Yasonna Laoly heran mengapa imbauan untuk menghargai presiden pun dianggap berat oleh sebagian orang.

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved