JCC Beralih Manajemen, Pemkot Jambi Rencanakan Lakukan Kesepakatan Ulang

Perubahan Managemen yang dilakukan PT Blis Properti Indonesia pengembang Mall Jambi City Center (JCC) disebut menjadi hal biasa.

JCC Beralih Manajemen, Pemkot Jambi Rencanakan Lakukan Kesepakatan Ulang
Tribunjambi/Rohmayana
Jambi City Center 

JCC Beralih Manajemen, Pemkot Jambi Rencanakan Lakukan Kesepakatan Ulang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Perubahan Managemen yang dilakukan PT Blis Properti Indonesia pengembang Mall Jambi City Center (JCC) disebutkan DPMPTSP hal yang biasa. Mengingat dalam dunia bisnis take over managemen memang sering dilakukan.

Meskipun JCC melakukan sistem BOT dengan Pemkot Jambi. Namun pergantian managemen merupakan internal perusahaan.

Hal ini dikatakan Fahmi kepala DPMPTSP, bahwa pihak managemen yang baru sudah melakukan penjajakan dengan Pemkot Jambi. "Waktu ada peralihan ke managemen baru, makanya stop. Pemegang baru sudah ke sini dan mendalami, target tetap November 2019 buka," ujarnya.

Sebab, kata Fahmi pihak pengelola sudah terima sewa dan perjanjian kontrak sewa. "Kami dari pemerintah meminta presentase dari pengelolaan mall tersebut. Jadi nanti ada kesepakatan ulang," katanya.

Baca: Pemkab Muarojambi akan Bantuan Zainaba Kuliah ke Kairo Mesir

Baca: KPK Peringatkan Gubernur Jambi: Jangan Ada Jual Beli Jabatan

Baca: Usai Dilanda Kabut Asap, Sengeti Muarojambi Diguyur Hujan

Baca: 7 Kecamatan di Batanghari Diguyur Hujan, Muara Bulian Hujan Lebat

Baca: KPK Dorong Pemprov Jambi Optimalkan Penerimaan Sektor Pajak

Menurutnya kesepakatan ulang yang akan dilakukan diantaranya mengubah nama managemen, karena akta notaris pun sudah dirubah. Selain itu, managemen yang baru meminta agar pembangunan hotel ditunda.

“Kalau sebelumnya meminta selesai semua baru dibuka. Sekarang permintaannya dibuka dulu Mall yang ada, seiring berjalan pembangunan hotel dilakukan,” jelasnya.

Dikatakan Fahmi bahwa pemindahan managemen tidak harus dengan persetujuan dewan. Hanya saja saat akan melakukan BOT saat awal pembangunan, pihaknya memberitahu dewan.

“Kalau menjual aset, atau menghilangkan aset baru perlu persetujuan dewan,” katanya.

Sebelumnya diketahui bahwa pemerintah Kota Jambi mendapat kontribusi Rp 85 miliar dari Jambi City Center (JCC), Simpang Kawat, yang saat ini menunggu dilaunching. Karena pembangunan sudah selesai. Kontribusi tersebut didapat Pemkot dari BOT JCC yang disepakati selama 30 tahun.

Halaman
12
Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved