Berebut Pasar dengan Ikan Sungai, Petani Patin di Jembatan Mas Mengeluh

Petani ikan patin di Kabupaten Batanghari mengalami kesulitan memasarkan hasil budi daya ikan patin dari kolam.

Berebut Pasar dengan Ikan Sungai, Petani Patin di Jembatan Mas Mengeluh
TRIBUNJAMBI/ZULKIFLI
Gedung Industri pengelolaan ikan patin atau Processing Fish, yang berdiri di Desa Kemingking Dalam, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muarojambi akan segera beroperasi 

Berebut Pasar dengan Ikan Sungai, Petani Patin di Jembatan Mas Mengeluh

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Petani ikan patin di Kabupaten Batanghari mengalami kesulitan memasarkan hasil budi daya ikan patin dari kolam. Kesulitan dikarenakan semakin menurunnya permintaan ikan patin di pasar. 

Satu diantara petani Ikan patin, Igun dari kelompok tani Sinar Jaya Mas, Kelurahan Jembatan Mas mengatakan bahwa saat ini untuk pemasaran ikan patin lumayan macet. Hal itu dikarenakan stok ikan patin siap panen sedang banyak dan ikan sungai pun juga banyak.

"Karena stok ikan patin siap panen sedang banyak dan ikan sungai pun sedang banyak, sedangkan ikan patin kita hanya berebut di pasar lokal saja. Belum mampu untuk masuk pasar ekspor," aku Igun, Rabu (14/8).

Petani yang ada di kelompok tani Sinar Jaya Mas sulit untuk pemasaran ikan patin sejak kemarau yang terjadi beberapa pekan terakhir. Hal itu berkemungkinan dikarenakan ikan sungai banyak keluar sejak kemarau. 

"Permasalahan yang ada saat ini selain sulit dalam pemasaran adalah pola budidaya kita yang masih memakai sistem tadah hujan, hingga ikan yang ada tidak memenuhi kualitas standar ekspor. Meskipun demikian petani yang ada akan berusaha untuk membuat ikan yang berkualitas," jelasnya.

Baca: Dilahirkan Normal, Bocah 2 Tahun di Batanghari Ini Ternyata Idap Sindrom Pierre Robin

Baca: Dua Pelaku Pembakaran Lahan di Tanjab Timur Ditangkap, Warga Sadu Terancam 10 Tahun Penjara

Baca: Atasi Masalah TB Paru, Pemkot Jambi akan Bedah 600 Rumah Kumuh

Baca: Belanja di Matahari Lippo Plaza Jambi Dapat Tiket Nonton Cinnemax, Catat Tanggalnya Sekarang

Baca: Kunjungi Lapas Perempuan, Bupati Masnah Ingin Hasil Kerajinan Jadi Peluang Bisnis

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Batanghari, Kusumo Adiwijoyo melalui Kabid Produksi Perikanan, Sofyan mengatakan, saat ini ada lebih 350 ton ikan patin siap dipanen dengan ukuran berat 400-800 gram yang dijual dengan harga Rp 14 ribu per kg.

"Namun permintaan akan ikan patin di pasar menurun,” kata Sofyan.

Menyikapi hal itu, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Batanghari telah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Koperasi dan Perdagangan Provinsi Jambi untuk membantu mencari solusi permasalahan pemasaran ikan patin tersebut.

"Kita sudah melakukan koordinasi. Dan saat ini kita masih menunggu respon dari pihak Dinas Perikanan Provinsi Jambi maupun Dinas Perdagangan Provinsi Jambi," jelasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved