Komplotan Begal di Bungo Dilumpuhkan, Pura-pura Jadi Anggota Polisi Saat Beraksi

Tiga dari tujuh tersangka kasus dugaan begal di Jalan Lingkar, Dusun Tanjung Menanti, Kecamatan Bathin II Babeko, Kabupaten Bungo hanya bisa bersandar

Komplotan Begal di Bungo Dilumpuhkan, Pura-pura Jadi Anggota Polisi Saat Beraksi
Tribunjambi/Mareza
Polres Bungo menggelar konferensi pers tiga pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan. 

Komplotan Begal di Bungo Dilumpuhkan, Pura-pura Jadi Anggota Polisi Saat Beraksi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Tiga dari tujuh tersangka kasus dugaan begal di Jalan Lingkar, Dusun Tanjung Menanti, Kecamatan Bathin II Babeko, Kabupaten Bungo hanya bisa bersandar saat Polres Bungo menggelar konferensi pers. Ketiganya adalah SP (44), IM (38), dan SI (47), yang diduga telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Kapolres Bungo, AKBP Januario Jose Morrais didampingi Kasat Reskrim Polres Bungo, Iptu Dedi Kurniawan Susilo dalam keterangan persnya mengatakan, modus yang dilakukan pelaku adalah dengan menyamar sebagai anggota polisi untuk menyetop korban.

"Pada Kamis (8/8/2019), sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, rombongan pelaku bersama-sama menuju Jalan Lingkar, Dusun Tanjung Menanti, Kecamatan Bathin II Babeko menggunakan satu unit Toyota Avanza warna putih susu," kata AKBP Morrais di Mapolres Bungo, Senin (12/8/2019).

"Kemudian pelaku berpura-pura melakukan razia karena ada mobil hilang," lanjutnya.

Baca: Tak Mau Ambil Pusing Soal Turun Kelas, Manajemen RSJ Jambi Pilih Fokus Pelayanan

Baca: Lahan Gambut di Sungai Abang Sarolangun Terbakar, Tiga Hari Satgas Karhutla Lakukan Pemadaman

Baca: KPU Tetapkan 35 Caleg Sarolangun Terpilih, Berikut Daftar Namanya

Baca: Warga Sumsel Jadi Tersangka Pembunuhan di Jambi, WR Akui Tak Ada Dendam

Baca: Sepi Peminat, Lelang Jabatan Eselon II di Merangin Diperpanjang

Tak lama kemudian, pelaku melihat dua unit truk bermuatan sawit yang melintas dan berjalan beriringan.
Kata Kapolres, ketujuh tersangka itu melakukan peranan berbeda-beda. Setelah kedua truk itu disetop, ada tersangka yang mengambil peran untuk membawa kabur truk itu ke arah Bangko atau Palembang.

"Mereka juga melakukan pengancaman dengan senjata api, sehingga korban ketakutan," jelasnya lagi.

Selain dua unit truk, komplotan begal ini juga berhasil menyamun satu unit mobil bak. Akibat perbuatan mereka, total kerugian yang diderita korban mencapai Rp 648 juta.

Ketiga itu disangkakan dengan pasal 365 ayat (1) ke-1e, ke-2e KUHPidana dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Bungo menambahkan, saat ini tim masih melakukan pengejaran terhadap empat pelaku lainnya.

"Masih ada empat lagi tersangka yang masuk dalam DPO. Tim masih melakukan pengejaran terhadap RK (37), EW (44), JR (37), dan MD (33)," jelasnya.

Saat ditanya terkait asal senjata api yang dimiliki kawanan begal tersebut, Iptu Dedi belum bisa memastikan. Sebab, kata dia, tersangka yang memegang senjata api itu masih dalam pengejaran.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved