Tak Mau Ambil Pusing Soal Turun Kelas, Manajemen RSJ Jambi Pilih Fokus Pelayanan

Pihak RSJ Jambi memilih tak mengajukan sanggahan (banding), dan akan fokus pada pelayanan kekhususan.

Tak Mau Ambil Pusing Soal Turun Kelas, Manajemen RSJ Jambi Pilih Fokus Pelayanan
ist
Direktur Umum Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jambi Hernayawati 

Tak Mau Ambil Pusing Soal Turun Kelas, Manajemen RSJ Jambi Pilih Fokus Pelayanan

TRIBUNJANBI.COM, JAMBI - Masa sanggahan terkait rekomendasi turunnya Kelas Rumah Sakit Jiwa (RSJ) bagian pelayanan umum dari Kemenkes berakhir hari ini Senin (12/8). Pihak RSJ Jambi memilih tak mengajukan sanggahan (banding), dan akan fokus pada pelayanan kekhususan.

Direktur RSJ Jambi Hernayawati mengatakan pihaknya memang tak ambil pusing terhadap rekomendasi Kemenkes untuk bagian pelayanan umum. Karena lebih memfokuskan kepada pelayanan umum kekhususan jiwa.

"Itu pelayanan umum, selama ini juga gak ada kelas nya, dan juga gak ada pelayanannya," terangnya, Senin (12/8).

Untuk pengaruh turunnya akreditasi ini terhadap pendapatan dari sektor BPJS Hernaya menyebut tak akan berpengaruh sama sekali. "Tidak ada pengaruh dengan RSJ pelayanan yang dibayar BPJS juga hanya pelayanan yang terkait ke khususannya," jelasnya.

Baca: Lahan Gambut di Sungai Abang Sarolangun Terbakar, Tiga Hari Satgas Karhutla Lakukan Pemadaman

Baca: KPU Tetapkan 35 Caleg Sarolangun Terpilih, Berikut Daftar Namanya

Baca: Warga Sumsel Jadi Tersangka Pembunuhan di Jambi, WR Akui Tak Ada Dendam

Baca: Ekskavasi Situs Perahu Kuno, Bupati Romi: Jangan Sampai Ada Sejarah yang Putus

Baca: Sepi Peminat, Lelang Jabatan Eselon II di Merangin Diperpanjang

Untuk usaha perbaikan kelas pelayanan umum dari rekomendaai kelas D, Hernaya menyebut memang tak memungkinkan. Karena jika dipaksakan pelayanan umum menjadi B juga gak mungkin dari sisi sumber daya tenaga dan sarana.

"Akan banyak sekali pembiayaan yang dibutuhkan, sedangkan pelayanan umum di kita juga tidak dibayar BPJS," katanya.

Sedangkan untuk Rumah Sakit lain yang ingin tetap bertahan pada kelasnya , harus melengkapi semua persyaratan SDM dan sarana dan presarana sesuai dengan kelasnya.

Diketahui sebelumnya Direktur Jendral (Ditjen) Pelayanan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI tertanggal 15 Juli merekomendasi untuk menurunkan kelas 8 rumah sakit di Jambi.

Delapan rumah sakit tersebut yaitu RSUD Hanafi Kab Bungo dari B ke C, RSUD Abdul Manap Kota Jambi dari C ke D, RS Bayangkara Jambi dari C ke D, RS Theresia dari C ke D, RSUD Ahmad Ripin C ke D dan RSUD Sungai Gelam Kab Muaro Jambi dari D ke D (pratama).

Selanjutnya, untuk rumah sakit layanan di luar kekhususan yang juga diturunkan kelasnya yaitu, RS Jiwa Daerah dari B ke D dan RS Anak dan Ibu Annisa dari C ke D.

Untuk masa sanggah sendiri dinyatakan paling lambat harus dikirimkan pada 12 Agustus ini. Untuk 2 minggu setelahnya akan dinilai Kemenkes RI putusan banding diterima atau tidaknya sanggahan itu. Peniliaian ini sendiei didasari pada Sistem Laporan Online rumah sakit dan Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan (ASPAK).

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved