Ekskavasi Situs Perahu Kuno, Bupati Romi: Jangan Sampai Ada Sejarah yang Putus

Bupati Romi berharap proses ekskavasi situs perahu kuno dapat dilakukan tuntas oleh tim arkeolog UI.

Ekskavasi Situs Perahu Kuno, Bupati Romi: Jangan Sampai Ada Sejarah yang Putus
Tribunjambi/Abdullah Usman
Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Hariyanto, mengunjungi langsung situs Perahu Kuno Lambur yang berada di Kecamatan Muara Sabak Timur. 

Ekskavasi Situs Perahu Kuno, Bupati Romi: Jangan Sampai Ada Sejarah yang Putus

TRIBUNJAMBI.COM,MUARA SABAK - Bupati Romi berharap proses ekskavasi situs perahu kuno dapat dilakukan tuntas oleh tim arkeolog UI. Bupati Tajab Timur itu akan membagi tugas demi keberhasilan penelitian tersebut, Senin (12/8).

Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Hariyanto, mengunjungi langsung situs Perahu Kuno Lambur yang berada di Kecamatan Muara Sabak Timur. Dimana saat ini, keberadaan Perahu tersebut dalam proses ekskavasi dan diteliti oleh Tim Arkeologi dari Universitas Indonesia yang didampingi oleh Tim BPCB Provinsi Jambi dan Universitas Jambi.

Dalam kunjungannya, Bupati meminta kepada Tim peneliti agar kedepannya bersama-sama membangun Tanjabtim. Karena Bupati berniat, akan membangun Museum di area Perahu Kuno tersebut.

"Saya minta tolong dan kita akan bagi tugas. Bagaimana ini bisa dikerjakan sampai selesai. Terkait dengan penelitian ini, saya juga tidak setuju kalau perahu ini diangkat, bila perlu tetaplah di dalam tanah," ujarnya.

Baca: Sepi Peminat, Lelang Jabatan Eselon II di Merangin Diperpanjang

Baca: Lebih 50 Orang Mencari Keberadaan Toni yang Tenggelam di Sungai Batanghari

Baca: Momen Idul Adha, Fachrori Manfaatkan Bertemu Ketua LAM dan Mantan Bupati Bungo Tebo

Baca: Gajah di Lanskap Bukit Tigapuluh Terdesak Pendatang, Butuh Peran Swasta Selamatkan Gajah Jambi

Bupati berharap, kalau sejarah Perahu Kuno ini tidak putus sampai disitu saja. Dan bagi pengunjung yang ingin tahu terhadap Perahu Kuno tersebut tolong ditanggapi secara langsung. Mengingat sejarahnya belum banyak yang mengetahuinya.

"Jangan sampai ada sejarah yang terputus. Kita ingin menjadikan (lokasi) ini sebagai destinasi wisata. Karena itu saya minta tolong, kalau ada anak-anak (sekolah) saya bertanya tolong dijawab. Nanti akan dibuat edukasi untuk sekolah agar tahu tentang sejarah. Bila perlu kegiatan edukasi ini dibuat tiga kali seminggu," harapnya.

Dan untuk melancarkan proses penelitian ini, Bupati langsung memerintahkan Kasat Pol PP dan Kades untuk menyiagakan pengamanan dari karang taruna, Pemuda Pancasila, Banser maupun masyarakat setempat. Karena di dalam penelitian tersebut, harus fokus dari segala gangguan.

Pada saat itu, Bupati juga sempat menanyakan kepada Kepala Desa terkait pembebasan lahan. Dan Alhamdulillah tidak ada persoalan. Kemudian ia berharap di tahun 2020 nanti, pembebasan lahan tersebut dapat terselesaikan dengan baik.

"Lahan masyarakat nanti akan dibeli dan masyarakat itu lah yang bekerja di sini nantinya. Bila perlu kita minta anaknya dijadikan Pol PP nya di sini. Karena keamanan bagusnya dari putra daerah sini lah," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved