Masih Ada yang Bandel, BKD Tanjab Timur Optimis Pajak Walet Lebih Rp 100 Juta

Meski potensi pajak walet di Tanjab Timur masih belum maksimal, Badan Keuangan Daerah optimis target retribusi pajak walet capai target.

Masih Ada yang Bandel, BKD Tanjab Timur Optimis Pajak Walet Lebih Rp 100 Juta
Tribunjambi/Abdullah Usman
Pengusaha sarang burung walet diminta setor 5 persen untuk pajak. 

Masih Ada yang Bandel, BKD Tanjab Timur Optimis Pajak Walet Lebih Rp 100 Juta

TRIBUNJAMBI.COM,MUARA SABAK - Meski potensi pajak walet di Tanjab Timur masih belum maksimal, Badan Keuangan Daerah optimis target retribusi pajak walet capai target.

Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur optimis pada tahun 2019 ini retribusi pajak Walet melebihi target, meskipun sampai saat ini masih terdapat pemilik walet yang enggan untuk menyetor dari hasil penjualannya.

Untuk mengantisipasi tidak tercapainya target PAD dari target Rp 100 juta, Pemerintah Daerah terus melakukan perbaikan dan terobosan. Diantaranya dengan melakukan sosialisasi dan pendataan terhadap pengusaha walet yang ada di Tanjung Jabung Timur.

“Untuk tahun ini kita optimis target Rp 100 juta bisa over target. Langkahnya tahun ini sebagian sudah kita mulai pendataan terhadap pemilik usaha tersebut,” ujar Kabid Pendapatan BKD Inosanto Sudigdo pada Tribunjambi.com.

Baca: Pengusaha Sarang Walet di Kuala Jambi Diminta Setor Pajak 5 Persen

Baca: Satu CJH Jambi Meninggal di Tanah Suci, 15 Jamaah Batal Berangkat ke Mekkah Karena Sakit

Baca: Pengusaha Muda Gabung ke PDIP, Ini Posisi Kemuning di DPD PDIP Jambi

Baca: Tak Mau Kecolongan, Pemkab Tanjab Barat Bakal Pasang X-ray di Pelabuhan Roro

Baca: Mitigasi Konflik, BKSDA Jambi Pasang GPS Collar Kawanan Gajah di Tebo

Ia memaparkan, Dari 11 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur potensi PAD nya ada di kawasan wilayah pesisir yaitu, Kecamatan Sadu, Nipah, Kuala Jambi dan Mendahara.

Diakuinya, sampai saat ini masih ada beberapa dari pengusaha walet yang belum membayar. Terkait hal itu, pihaknya sudah menindaklanjutinya ke pihak Kejaksaan. Dimana Pemda juga sudah bekerjasama dengan Kejaksaan untuk melakukan penagihan terhadap pengusaha aktif yang membandel.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved