Pengusaha Sarang Walet di Kuala Jambi Diminta Setor Pajak 5 Persen

Kesadaran masyarakat akan wajib pajak mulai tinggi, meski demikian pihak Kecamatan akui masih ada masyarakat yang enggan menyetor pajak.

Pengusaha Sarang Walet di Kuala Jambi Diminta Setor Pajak 5 Persen
Tribunjambi/Abdullah Usman
Pengusaha sarang burung walet diminta setor 5 persen untuk pajak. 

Pengusaha Sarang Walet di Kuala Jambi Diminta Setor Pajak 5 Persen

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kesadaran masyarakat akan wajib pajak mulai tinggi, meski demikian pihak Kecamatan akui masih ada masyarakat yang enggan menyetor pajak.

Kecamatan Kuala Jambi misalnya, satu dari Kecamatan yang berada di kawasan pesisir tersebut cukup banyak dijumpai masyarakat yang menjalankan usaha rumah walet. Bukan tanpa alasan jika Kecamatan tersebut menjadi satu dari Kecamatan lainnya penyumbang pajak walet.

Dikatakan Taufik Hidayat Camat Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengatakan untuk pajak walet  di Kuala jambi sudah mulai membaik meski pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat agar menyetor pajak penghasilan walet sebesar 5 persen dari hasil penjualan.

Dikatakannya, dalam beberapa minggu yang lalu pihak Kecamatan Kuala Jambi sudah melakukan sosialisasi bersama pihak BKD, disitu semua pemilik walet telah diundang untuk menjelaskan aturan dalam penyetoran pajak walet.

Baca: Satu CJH Jambi Meninggal di Tanah Suci, 15 Jamaah Batal Berangkat ke Mekkah Karena Sakit

Baca: Pengusaha Muda Gabung ke PDIP, Ini Posisi Kemuning di DPD PDIP Jambi

Baca: Tak Mau Kecolongan, Pemkab Tanjab Barat Bakal Pasang X-ray di Pelabuhan Roro

Baca: Mitigasi Konflik, BKSDA Jambi Pasang GPS Collar Kawanan Gajah di Tebo

Baca: Anggota Polsekta Muara Bungo Meninggal Saat Tangkap Pelaku Pencurian, Begini Kronologinya

”Bahwasanya, di dalam aturan bagi pemilik walet yang sudah ada penghasilan itu wajib menyetor pajak 5 persen dari hasil penjualan. Artinya setiap mereka melakukan transaksi mereka menyetor pajak ke daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk tingkat kesadaran masyarakat Kuala Jambi dalam penyetoran pajak walet cukup tinggi. Meskipun demikian, ia mengakui masih ada pemilik walet yang belum menyetor pajak tersebut.

“Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh pemilik walet agar dapat meningkatkan kesadaran untuk menyetor pajak retribusi tersebut setelah melakukan transaksi jual beli. Dan data terakhir yang kami dapat, ada sebanyak 199 gedung walet yang tersebar di empat desa dan dua kelurahan,” pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved