Berita Unjuk Rasa di Jambi

Tolak Penebangan Hutan, Aliansi Penyelamat Hutan Tadah Air Geruduk Kantor BPHP Jambi, Ini Tuntutanya

Tolak Penebangan Hutan, Aliansi Penyelamat Hutan Tadah Air Geruduk Kantor BPHP Jambi, Ini Tuntutanya

Tolak Penebangan Hutan, Aliansi Penyelamat Hutan Tadah Air Geruduk Kantor BPHP Jambi, Ini Tuntutanya
Tribunjambi/Zulkifli
Tolak Penebangan Hutan, Aliansi Penyelamat Hutan Tadah Air Geruduk Kantor BPHP Jambi 

Tolak Penebangan Hutan, Aliansi Penyelamat Hutan Tadah Air Geruduk Kantor BPHP Jambi, Ini Tuntutanya

TRIBUNJANBI.COM, JAMBI - Puluhan masa yang tergabung dalam aliasi penyelamat hutan tadah air, melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah IV Jambi, di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, Selasa (2/4/2019).

Mereka berunjuk rasa menuntut pihak BPHP mencabut izin User ID Izin pemanfaatan kayu-kayu rakyat yang beraktivitas di Desa Panca Karya, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, dan masuk di kawasan Hutan Tadah Air di daerah itu.

Baca: Bangun Jalan Menuju Danau Depati Empat, Pemda Merangin Belah Hutan TNKS, Ini Syarat dari Balai TNKS

Baca: Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Lakukan Pengayaan Bibit Pohon Bulian di Hutan Pinus

Baca: Istri Pejabat Dinas Kehutanan Tewas Dalam Mobil Leher Terikat Sabuk

Pengunjuk rasa juga menuntut agar BPHP menghentikan aktivitas penebangan hutan Tadah Air di desa tersebut dan menuntut proses serta tindak hukum pelaku perusak hutan.

Muhammad Ilham, selaku Koodinator Aksi mengatakan, beberapa tahun ini masyarakat Desa Panca Karya selalu diresahkan dengan adanya permohonan izin pemanfaatan kayu-kayu rakyat seluas kurang lebih 98,3 hektare yang masuk dalam wilayah hutan tadah air. Sedangkan pemilik tersebut tidak pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait aktivitas yang akan dilakukanya.

Aksi unjuk rasa di Kantor BPHP di Telanaipura, Selasa (2/4/2019)
Aksi unjuk rasa di Kantor BPHP di Telanaipura, Selasa (2/4/2019) (Tribunjambi/Zulkifli)

Menurutnya, pada 3 Pebruari 2019 lalu, masyarakat desa telah melakukan musyawarah menolak dengan adanya USER ID atas nama Ardiansyah sebagai pemilik usaha tersebut.

Karena ketika hutan tadah air tersebut ditebang akan mengganggu keberlangsungan ekosistem dan mewariskan kerusakan hutan kepada anak cucu nanti.

Baca: Ini Sinopsis Lengkap Film Ghost Rider, Malam Ini di Trans TV, Selasa (2/4/2019), pukul 21.30 WIB

Baca: Review Gadget - Dijual Seharga Rp 1,9 Jutaan, Spesifikasi Realme 3 vs Oppo A5s, Mana Pilihan Kalian?

Selain itu para pendemo juga meminta untuk menghentikan dan tindak secara hukum atas intimidasi kepada Masyarakat desa Panca Karya. Mereka mengaku masyarakat desa Panca Karya yang menolak perusakan hutan Tadah Air tersebut masih dilakukan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap pemegang USER ID IPK- KR.

Aliansi penyelamat Hutan Tadah Air ini merupakan gabungan dari masyarkat desa Panca Karya, Himpunan Mahasiswa Limun, Yayasan Keadilan Rakyat, Wahana Pelestarian Hutan Sumatera (Walestra), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

Baca: Daftar Kenaikan Gaji PNS, TNI-Polri 2019 hingga Perangkat Desa, Bakal Dibayarkan Dirapel April 2019?

Baca: Pratu Suparlan, Prajurit Kopassus Mampu Habisi 83 Lawan Meski Dihujani Peluru & Bersarang Ditubuhnya

Massa datang membawa kertas karton yang bertulisakan point tuntutan mereka dan berorasi di depan Kantor BPHP Wilayah IV Jambi.

Aksi demontrasi dijaga ketat oleh puluhan anggota kepolisian dari Polresta Jambi.
Setelah beberap saat orasi, kemudian beberapa perwakilan Aliansi di persilahkan untuk masuk ke dalam Kantor BPHP untuk berdialog.

Tolak Penebangan Hutan, Aliansi Penyelamat Hutan Tadah Air Geruduk Kantor BPHP Jambi, Ini Tuntutanya (Zulkifli/Tribun Jambi)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved