SAD di Batanghari Mengaku Tak Bisa Lagi Hidup di Hutan, Semua Sudah Jadi Sawit

Di hutan warga SAD sudah tidak bisa lagi mencari kehidupan seperti dulu. Karena semua wilayahnya sudah digarap oleh perusahaan sawit.

SAD di Batanghari Mengaku Tak Bisa Lagi Hidup di Hutan, Semua Sudah Jadi Sawit
Tribunjambi/Rohmayana
Warga Suku Anak Dalam di Batanghari datang ke Kota Jambi untuk mencari kehidupan. 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Malam ini, (6/3) ada sekitar 33 Suku Anak Dalam (SAD) diamankan oleh Dinas Sosial Kota Jambi.

Sebanyak 33 SAD ini berasal dari Bukit Duabelas, Sungai Rengas, Kabupaten Batanghari. Diantaranya 19 orang anak-anak dan 14 orang dewasa. Mereka sudah tiba di Jambi sejak Kamis sore (5/6).

Saat Tribunjambi.com melihat mereka sudah ditangkap Dinas Sosial Kota Jambi, setengah sudah berada di dalam mobil, sementara setengah lagi masih duduk di pinggir ruko di sekitar Simpang 3 Sipin, tepatnya di sebelah toko Kedaung.

Baca: Dua Kecamatan di Tanjab Barat ini Masuk Daerah Rawan di Pemilu 2019

Baca: Film Captain Marvel dan Dilan 1991 Dominasi Tiga Bioskop di Jambi

Baca: Irene Akui Suaminya Tidak Akan Ikut Pemilu Meski Masuk DPT Kota Jambi

Baca: Bocah 4 Tahun Menderita Gizi Buruk, Dewan Minta Dinas Kesehatan Tanjab Barat Segera Turun Tangan

Kepada Tribunjambi.com ada SAD yang masih memiliki bayi meminta minyak kayu putih. Katanya bayinya masuk angin, karena sejak beberapa jam lalu terus-terusan menangis.

"Minta ubat untuk di kusuk di perut, Dio nangis sakit," katanya.

Limang seorang SAD yang ikut tertangkap katanya pergi ke kota untuk mengadu nasib. "Kami lari ke bapak-bapak Rajo biar ado yang kesian biar ado yang membantu kami," katanya.

Di hutan sudah tidak bisa lagi mencari kehidupan seperti dulu. Karena semua wilayahnya sudah di garap oleh perusahaan sawit. Sementara SAD tidak bisa lagi mencari kehidupan di hutan.

"Walaupun PT menggarap tapi kami mau dapat bagian. Kami dak pernah dapat bagian," ujar Limang.

Pohon di hutan ditebang, untuk menanam sawit. Tapi SAD tidak bisa marah dan tidak bisa dapat bagian dan bantuan.

"Kami harap pemerintah bantu kami untuk tetap hidup," katanya.

Baca: 5 Jam Masnah Busro Diperiksa KPK Soal Harta Kekayaan

Baca: Sebulan Lari dari Kejaran Polisi, Syahputra Akhirnya Tertangkap di Muara Rumpit

Baca: Rita Cerita Kematian Anaknya Karena DBD, Ini Pelajaran Penting dari Kisah Iqbal

Baca: Kabag Hukum Pemkot Jambi: Kenaikkan Tarif PDAM Sudah Melalui Pertimbangan Teknis

Sementara itu, Kaspul kepala Dinas Sosial, Kota Jambi mengatakan bahwa malam ini pihaknya sudah mengantarkan 33 orang SAD ini ke Bukit Duabelas, Sungai Rengas, Batanghari menggunakan dua mobil. Menurut Kaspul jika tidak segera dipulangkan dikhawatirkan akan meresahkan warga Kota Jambi.

"Takutnya nanti minta-minta, 33 orang ini kan jumlahnya banyak," katanya.

Pihaknya juga hanya memberikan bantuan berupa 2 karung beras. "Untuk sementara hanya itu yang bisa kami bantu, yang selanjutnya kami serahkan lagi ke Kabupaten Batanghari," katanya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved