Rita Cerita Kematian Anaknya Karena DBD, Ini Pelajaran Penting dari Kisah Iqbal

Muhammad Iqbal Hartanto merupakan murid sekolah di SDN 99 Kota Jambi, sebelum meninggal dia duduk di kelas I SD.

Rita Cerita Kematian Anaknya Karena DBD, Ini Pelajaran Penting dari Kisah Iqbal
Tribunjambi/Rohmayana
Rita menunjukkan foto Iqbal anaknya yang meninggal akibat DBD. 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Rita menceritakan kisah saat anaknya yang meninggal akibat demam berdarah. Anaknya bernama Muhammad Iqbal Hartanto, ia masih sekolah di SDN 99 Kota Jambi dan saat ini sedang duduk di kelas I SD.

Dari pantauan Tribunjambi.com di rumahnya di Kelurahan Kenali Asam Atas, Kota Baru masih diselimuti duka. Tenda dan kursi bekas warga bertakziah masih tersusun rapi. Bahkan tenda dan bendera kuning masih terpasang di depan rumah. Wajar karena Iqbal baru saja meninggal pada Minggu (3/3) kemarin.

Baca: 6 Kecamatan di Sarolangun Dihantam Banjir, Ratusan Hektare Sawah Terendam Hingga Jembatan Ambrol

Baca: Dukcapil Akui Ada 10 WNA Punya e-KTP Kota Jambi

Baca: Rizky, Bocah 4 Tahun Penderita Gizi Buruk dari Kuala Tungkal, Terbaring Lemah di RSUD KH Daud Arif

Baca: Dinsos Sarolangun Salurkan 17 Ton Beras untuk Ribuan Korban Banjir di Sarolangun

Rita menceritakan bahwa hari Kamis (28/2) anaknya Iqbal mengalami panas tinggi, namun setelah diberi obat penurun panas, panasnya langsung turun. Namun dari hari Kamis, anaknya sudah susah untuk makan, tapi masih menjalani aktivitas seperti biasa. Misalnya masih datang ke sekolah, dan bermain bersama teman.

Rita tidak mengetahui bahwa gejala sakit yang dialami oleh anaknya merupakan demam berdarah. Sehingga dirinya tidak membawa anaknya ke rumah sakit terlebih dahulu.

Katanya saat malam Iqbal sering mengeluhkan seperti sakit kepala, pusing dan mual. Bahkan pada malam hari iqbal sering muntah.

Pada Minggu pagi, barulah Rita membawa anaknya ke rumah sakit. Namun sayangnya upaya Rita membawa anaknya ke rumah sakit sudah terlambat. Saat di rumah sakit anaknya hanya bisa dirawat selama 5 jam. Setelah diberikan pertolongan khusus seperti PICU tapi Iqbal sudah tidak bisa ditolong lagi. Saat itu pembuluh darah anaknya sudah pecah.

Bahkan Iqbal sudah tidak bisa lagi menahan sakitnya sehingga diberi kain kasa pada area mulutnya karena dikhawatirkan tergigit lidah. Tapi gigi Iqbal justru patah.

Baca: Beberkan Hasil Operasi Antik 2019, Kapolres Tanjab Timur Ungkap Kasus Narkotika Meningkat

Baca: Hampir 1.000 Lowongan Kerja Dibuka Kemensos RI Untuk D3 & S1, Sampai 8 Maret, Ini Syarat & Link

Baca: KPU Kota Jambi Akan Lakukan Verifikasi Soal WNA Masuk DPT

Baca: 3 Daerah Ini Paling Rendah dalam Melaporkan LHKPN ke KPK

Rita juga mengingatkan kepada semua orang tua agar segera membawa anaknya ke rumah sakit jika menemukan gejala demam yang naik turun pada anak sebelum terlambat.

"Jangan sampai kejadian ini terulang lagi pada anak-anak lainnya," kata Rita yang bercerita sambil menitikkan air mata.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved