Rizky, Bocah 4 Tahun Penderita Gizi Buruk dari Kuala Tungkal, Terbaring Lemah di RSUD KH Daud Arif

Bukan cuma itu, hasil dianogsa‎ Marasmik Kwasiorkot menunjukan jika M. Risky juga menderita kelainan Anemia, Epilepsi, cp spastik, Hypoglikomia.

Rizky, Bocah 4 Tahun Penderita Gizi Buruk dari Kuala Tungkal, Terbaring Lemah di RSUD KH Daud Arif
tribunjambi/darwin
Rizky dirawat di RSUD Daud Arif, Kuala Tungkal dan ditemani ibunya 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - M Risky Aprianto (4), anak kedua dari pasangan Ratna Sari dan Yanto ini divonis menderita gizi buruk oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif, Kuala Tungkal.

Bukan cuma itu, hasil diagnosa‎ Marasmik Kwasiorkot menunjukan jika M. Risky juga menderita kelainan Anemia, Epilepsi, cp spastik, Hypoglikomia.

Baca: KPU Kota Jambi Akan Lakukan Verifikasi Soal WNA Masuk DPT

Baca: Penderita Gizi Buruk Masih Banyak, Tapi Indonesia Peringkat Kedua Negara Pembuang Makanan Terbanyak

Ratna Sari, Ibu kandung pasien mengatakan jika kondisi perkembangan anak keduanya tersebut memang kurang normal sejak lahir. Sebab, saat itu usia kandungan M Risky baru delapan bulan.

"Selama ini, Risky diberi susu formula sebagai asupannya," sebut perempuan bertubuh mungil ini kepada Tribunjambi.com, Selasa (5/3/2019).

Didampingi kepala ruangan Rini Aprianti, Ratna mengaku jika anaknya menderita gizi buruk. dirinya juga menyebutkan, sudah sering berobat ke puskesmas di tempatnya berdomisili di Kecamatan Senyerang.

Baca: Panik Ketahuan Mencuri Motor, Dua Pencuri Tak Sadar Masuk Markas Kopassus, yang Terjadi Kemudian

Baca: Dirgahayu Kostrad TNI AD! Ini Daftar Pangkostrad dari Awal Pasukan Ahli Gerilya Belantara Terbentuk

Baca: Jangan Biasakan, 5 Makanan Ini Wajib di Cuci Sebelum di Makan, Sayuran dan Beras Penting Di Cuci

"Ya seperti itulah. Ada pemberian vitamin. Kalau bantuan susu belum ada, Pihak puskesmas bilang baru akan diberi hari Rabu besok. Disarankan juga oleh pihak Puskesmas, kalau memang tidak mampu dirujuk saja ke RSUD Tungkal," bebernya menjelaskan rekomendasi pihak puskesmas.

Ratna juga menceritakan jika sebelumnya anaknya sudah dikunjungi oleh camat dan kades. Dan, akhirnya diberikanlah SKTM untuk berobat ke rumah sakit.

‎Sementara itu, Rini Aprianti kepala ruangan zal anak RSUD KH Daud Arif menyebutkan jika pasiennya ini pernah mendapat bantuan susu formula, saat orang tua pasien masih berdomisili di Pematang Lumut, Kecamatan Betara.

Baca: Ini Caranya, Cara Cepat Menyampaikan Pesan Melalui WhatsApp, Cuma Pakai Suara Bukan Di Ketik,

Baca: Nasib Pria yang Pamer Uang Rampokan di TikTok, Pura-pura Kesurupan, Polisi Kena Gigit

Baca: Rahasia Kelam Putri Diana, dari Perilaku 5eks Pangeran Charles yang Aneh, Hingga Upaya Bunuh Diri

"Bantuan itu kan dari Dinas Kesehatan melalui puskesmasnya. Dan saya juga pernah bertanya ke dokter ahli gizi di puskesmas tersebut," sebut Rini.

‎Dijelaskan Rini, untuk ukuran normal berat tubuh balita dengan usia empat tahun adalah sekitar 12 sampai 15 kilogram, sementara M Rizky hanya 5 kilogram lebih.

Baca: BMKG Prediksi Musim Hujan Masih Panjang, Kemarau Diprediksi Bulan Agustus-September.

Baca: Lowongan Kerja 2019 - Rekrutmen PKH Kemensos 2019, Lulusan D3 & S1 Perhatikan Syarat dan Tahapannya

Dia juga menambahkan, jika pihak rumah sakit memberikan perawatan dan penanganan khusus pada pasien gizi buruk ini . Dan untuk memaksimalkan pengobatan, pihaknya akan merujuk pasien ke rumah sakit umum daerah Raden Mattaher, Jambi.

"Sekarang ini, kita normalkan dan naik dulu HB pasien. Setelah ada peningkatan, baru akan kita rujuk ke Jambi. Hingga hari ini pasien M Risky sudah tiga hari dirawat di ruang zall anak kelas IIIB RSUD KH Daud Arif," pungkasnya.(*)

Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved