6 Kecamatan di Sarolangun Dihantam Banjir, Ratusan Hektare Sawah Terendam Hingga Jembatan Ambrol

Cuaca ekstrem, hujan deras disertai petir dan angin kencang melanda Kabupaten Sarolangun beberapa hari terakhir.

6 Kecamatan di Sarolangun Dihantam Banjir, Ratusan Hektare Sawah Terendam Hingga Jembatan Ambrol
TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Hujan lebat yang mengguyur kecamatan tersebut sejak Selasa (26/2/2019) malam hingga dini hari mengakibatkan Sungai Batang Asai meluap dan banjir di 8 desa 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Cuaca ekstrem, hujan deras disertai petir dan angin kencang yang melanda Kabupaten Sarolangun beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami bencana alam seperti banjir dan longsor.

Dari musibah cuaca ekstrim beberapa hari belakangan yang melanda kabupaten sarolangun, pihak BPBD Kabupaten Sarolangun menyebut sedikitnya 6 Kecamatan yang mengalami dampaknya.

Dari data BPBD Sarolangun, wilayah yang dilanda banjir yakni Kecamatan Sarolangun, Batang Asai, Cermin Nan Gedang, Limun, Pelawan dan Air Hitam.

Baca: Dinsos Sarolangun Salurkan 17 Ton Beras untuk Ribuan Korban Banjir di Sarolangun

Baca: Dukcapil Akui Ada 10 WNA Punya e-KTP Kota Jambi

Baca: Beberkan Hasil Operasi Antik 2019, Kapolres Tanjab Timur Ungkap Kasus Narkotika Meningkat

Baca: 20 Hari Operasi Antik, Polres Tanjab Timur Berhasil Tangkap Delapan Pelaku Narkotika

Baca: Hasil All England 2019 Gregoria Mariska Tunjung Kalah Dari Nozomi Okuhara Unggulan Kedua Dari Jepang

Akibat banjir di enam kecamatan tersebut, sekitar 2 ribuan warga terganggu aktifitasnya. Tak hanya itu, banjir juga merendam 250 hektare sawah dan kebun milik warga. Akibatnya puluhan hektare sawah dinyatakan gagal panen.

"Dampak dari banjir aktivitas masyarakat di beberapa desa lumpuh total, seperti di Desa Pulau Pandan, Kecamatan Limun," kata Trianto, Kepala BPBD Sarolangun.

Tak hanya itu, Banjir yang melanda Kabupaten Sarolangun, membuat sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan, seperti yang terjadi dengan jembatan di Desa Pulau Aro, Kecamatan Pelawan, yang ambruk diterjang banjir.

Akibat ambruknya jembatan dari kayu itu, membuat aktivitas warga terganggu.

Kepala BPBD Sarolangun, Trianto mengatakan akibat ambruknya jembatan semi permanen di Desa Pulau Aro, sedikitnya terdapat 140 kepala keluarga yang melintasi jembatan tersebut terganggu aktvitas dan ekonominya.

Belum habis di situ, beberapa titik longsor berulang kali terjadi pada saat musim penghujan saat ini.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved