Dua Kecamatan di Tanjab Barat ini Masuk Daerah Rawan di Pemilu 2019

Dua kecamatan di Tanjung Jabung Barat masuk kategori rawan hingga Level 7 pada Pemilu 2019.

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Dua kecamatan di Tanjung Jabung Barat masuk kategori rawan hingga Level 7 pada Pemilu 2019.

Beberapa hari lagi, pemilu serentak akan dilaksanakan tepat pada 17 April mendatang. Berbagai usaha menangani kecurangan dilakukan.

Untuk kesuksesan pesta demokrasi tersebut Panitia Pengawas Pemilu Tanjab Barat melakukan pemetaan wilayah terhadap indikasi tingkat kerawaan menjelang pesta demokrasi.

"Hasil pemetaan kita di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dua kecamatan masuk dalam urutan teratas daerah rawan yaitu Kecamatan Renah Mendaluh dan Batang Asam," ujar Mon Rezi, anggota Panwaslu Tanjab Barat.

Baca: Film Captain Marvel dan Dilan 1991 Dominasi Tiga Bioskop di Jambi

Baca: Irene Akui Suaminya Tidak Akan Ikut Pemilu Meski Masuk DPT Kota Jambi

Baca: Kasus Andi Arief Dihentikan Meski Positif Narkoba, Begini Penjelasan Polisi

Baca: 5 Jam Masnah Busro Diperiksa KPK Soal Harta Kekayaan

Dia menjelaskan indeks ‎Kerawaan yang dimaksud adalah, eksodus atau masuknya pemilih dari luar daerah.

Hal itu bisa terjadi di dua kecamatan tersebut karena berada di wilayah perbatasan dengan kabupaten/provinsi lain. Sehingga besar kemungkinan hal itu terjadi.

Mon Rezi menambahkan dalam skala kerawaan 1 sampai 10, dua kecamatan tersebut berada di level 7, paling tinggi dari kecamatan lainnya yang ada di Tanjab Barat.

"Tidak menutup kemungkinan di kerawaan juga ada kecamatan lain‎ seperti Seberang Kota dan Kuala Betara," timpalnya.

Cara mengantisipasinya, dikatakan Mon Rezi, pihaknya tidak melakukan penambahan petugas. Hanya dari Indeks Kerawaan Pemilu (IKP) menjadi salah‎ satu strategi pencegahan. Dimana melalui IPK ini, di situlah Bawaslu fokuskan pengawasan.

‎"Jumlah petugas kita disetiap kecamatan itu tetap sama. Hanya saja, ada penekanan untuk lebih pokus pada tingkatan pengawasan didaerah rawan," bebernya.

Selain lebih pokus, ‎untuk tingkat keamananya, kita juga akan berkoordinasi dengan pihak keamanan, pemerintah setempat dan juga berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat setempat.

Baca: Kabag Hukum Pemkot Jambi: Kenaikkan Tarif PDAM Sudah Melalui Pertimbangan Teknis

Baca: Bocah 4 Tahun Menderita Gizi Buruk, Dewan Minta Dinas Kesehatan Tanjab Barat Segera Turun Tangan

Baca: Sebulan Lari dari Kejaran Polisi, Syahputra Akhirnya Tertangkap di Muara Rumpit

Baca: 6 Kecamatan di Sarolangun Dihantam Banjir, Ratusan Hektare Sawah Terendam Hingga Jembatan Ambrol

Selain masalah rawan terhadap eksodus, dirinya juga menyebutkan ada indikasi kerawaan lain yang bisa merusak suasana pemilu, yakni adanya intervensi dari pihak tertentu. Tentunya ada kaitan dengan pemilu.

"‎Semua indikasi-indikasi ini masuk dalam IKP. Makanya, kita tekankan kepada anggota yang ada di dua kecamatan tersebut untuk lebih fokus," katanya.

Hal yang dikhawatirkan berikutnya berkaitan dengan medan lapangan di Tanjab Barat yang berjauhan dan berjarak. Sehingga kepesertaan masyarakat dalam pencoblosan ini dikhawatirkan.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved