5 Jam Masnah Busro Diperiksa KPK Soal Harta Kekayaan

Setelah diperiksa oleh KPK sekitar lima jam, Bupati Muaro Jambi Masnah Busro keluar dari kantor Gubernur, pukul 16.30 WIB.

5 Jam Masnah Busro Diperiksa KPK Soal Harta Kekayaan
tribunjambi/syamsul bahri
Bupati Muarojambi, Masnah Busro. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi. Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Setelah diperiksa oleh KPK sekitar lima jam, Bupati Muaro Jambi Masnah Busro keluar dari kantor Gubernur, pukul 16.30 WIB.

Kedua kepala daerah ini pun didampingi langsung oleh ajudanya masing-masing dengan membawa berkas yang cukup tebal.

Saat diwawancara, Masnah mengaku sudah mempersiapkan bahan sebelumnya mulai dari buku tabungan hingga beberapa bukti kekayaan lainya.

"Alhamdulilah semuanya lancar, cuman memperifikasi hasil kekayaan saya ke pihak KPK," kata Masnah.

Baca: Bocah 4 Tahun Menderita Gizi Buruk, Dewan Minta Dinas Kesehatan Tanjab Barat Segera Turun Tangan

Baca: 3 Daerah Ini Paling Rendah dalam Melaporkan LHKPN ke KPK

Baca: KPK Ancam Naikkan Kasus ke Penindakan, Jika Ada Kepala Daerah yang Miliki Kekayaan yang Tidak Wajar

Baca: KPK Sebut Ada Kaitanya Dengan Zumi Zola, Pemeriksaan LHKPN Kepala Daerah di Provinsi Jambi

Sayangnya, saat ditanya jumlah kekayaanya tersebut, masnah enggan menjawabnya.

"Gak banyak kok, sedikit cuman," kata Masnah sambil tersenyum berjalan menuju mobil dinasnya.

Sementara itu, Walikota Jambi Sy Fasha cukup lama diperiksa dibandingkan Masnah. Ia keluar sekitar pukul 19.00 WIB.

Fasha mengakui dirinya sempat tidak melaporkan hasil kekayaanya di Tahun 2017 hal ini disebabkan adanya aset kekayaanya yang dijualnya.

"Itu yang lama ditanyai oleh KPK tadi, saya katakan bahwa kenapa tidak saya laporkan karena ada beberapa kekayaan saya seperti tanah saya jual," katanya.

Baca: Usai Diperiksa KPK, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Malu-malu Sebut Jumlah Hartanya

Baca: Setelah 4 Jam Diperiksa KPK, Akhirnya Terungkap Jumlah Harta Kekayaan Bupati Kerinci

Baca: Soal Klarifikasi LHKPN KPK, Safrial : Saya Punya Aset Sebelum Menjabat Bupati

Saat ditanyai mengenai berapa jumlah kekayaan yang dilaporkan, Fasha enggan menjawabnya. "Kan dipemberitaan sudah ada tertulis, itu saja ditulis lagi," katanya.

Sementara itu, Fasha juga mendorong para pejabat di lingkungan Pemkot Jambi untuk segera mengisi LHKPN dari KPK sebelum ditutup.

"Memang banyak yang belum mengisi, karena banyak pejabat yang baru. Nanti akan saya sampaikan kepada para pejabat untuk segera mengisi LHKPN," katanya.

 

 

Penulis: Tommy Kurniawan
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved