Catat! Setelah 30 Desember 2018, Empat Pecahan Uang Ini Tak Laku Lagi

Bank Indonesia (BI) memutuskan menarik dan mencabut peredaran empat pecahan Uang Kertas (UK) Rupiah tahun emisi 1998 dan 1999.

Catat! Setelah 30 Desember 2018, Empat Pecahan Uang Ini Tak Laku Lagi
Tribunjambi/Fitri
Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi Bank Indonesia Provinsi Jambi, Pandu Wirawan, menunjukkan pecahan uang kertas yang ditarik BI pada awak media, Jumat (14/12). 

Laporan wartawan Tribun Jambi Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berdasarkan peraturan Bank Indonesia No. 10/33/PBI/2008 tanggal 25 November 2008, Bank Indonesia (BI) memutuskan menarik dan mencabut peredaran empat pecahan Uang Kertas (UK) Rupiah tahun emisi 1998 dan 1999.

BI memberi batas waktu penukaran empat uang pecahan yang sudah ditarik dan dicabut peredarannya tersebut terakhir tanggal 30 Desember 2018.

Baca: 336 Pemilih Disabilitas di Pemilu 2019, KPU Tanjabtim Pertegas Soal Pemilih Gila

Baca: Diguyur Hujan Petir dan Angin, Rumah Warga di Sarolangun Terendam Banjir

Baca: Selain Kopi, Cafe Ini Sediakan Mi Tante dan Intel, Seperti Apa Rasanya?

Bank Indonesia membuka layanan penukaran uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran pada tanggal 29 dan 30 Desember 2018, hari Sabtu dan Minggu dengan waktu layanan pukul 08.30 – 12.00 WIB.

"Keempat pecahan UK Rupiah yang ditarik dari peredaran pecahan Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu tahun emisi 1998 serta pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu tahun emisi 1999," kata Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi Bank Indonesia Provinsi Jambi, Pandu Wirawan, Jumat (14/12) pada awak media.

Ia menjelaskan, pencabutan dan penarikan uang dilakukan dengan pertimbangan keempat pecahan UK dimaksud telah beredar cukup lama, sekitar 10 tahun dan juga terdapat UK pecahan yang sama dengan desain yang berbeda dan telah beredar di masyarakat yaitu Rp10.000 TE 2005, Rp20.000 TE 2004, Rp50.000 TE 2005 dan Rp100.000 TE 2004.

"Sudah ada empat pecahan yang sama dengan tahun emisi terbaru yang lebih efisien untuk digunakan masyarakat, yang lama setelah tahun ke sepuluh dan seterusnya uang rupiah dicabut dan ditarik dari peredaran tidak dapat ditukarkan lagi," ujarnya.

Baca: Meski Beras Naik Jelang Natal, Disperindag Tanjab Barat Sebut Stok Bahan Pokok dan Gas Aman

Baca: Harga Beras Naik, Perum Bulog Subdrive Kuala Tungkal Sebut Ini Penyebabnya

Baca: Pasokan Kurang, Harga Beras di Tanjab Barat Naik, Ini Daftar Kenaikannya

Sebagaimana diatur dalam Undang Undang Mata Uang (UU No. 7 tahun 2011) pada Pasal 17 ayat 3 dinyatakan bahwa hak untuk memperoleh penggantian rupiah yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran sebagaimana dimaksud tidak berlaku setelah 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal pencabutan.

Ia berharap masyarakat dapat menukarkan empat pecahan UK rupiah tersebut dapat segera ditukarkan di Bank Indonesia.

"Bagi masyarakat yang masih memiliki uang pecahan emisi tersebut, masih dapat melakukan penukaran ke Bank Indonesia hingga 30 Desember 2018," imbaunya.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Fadhil Nugroho menambahkan, apabila tidak ditukarkan pada waktu yang telah ditentukan, maka uang tersebut tidak diterima lagi oleh Bank Indonesia dan tidak bisa digunakan untuk bertransaksi.

"Kalo udah habis masa waktu yang ditentukan, ya palingan cuma bisa buat koleksi saja," pungkasnya.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved