Pasokan Kurang, Harga Beras di Tanjab Barat Naik, Ini Daftar Kenaikannya
Dalam dua minggu terakhir, harga beras di pasar tradisional di Kabupaten Tanjab Barat mengalami kenaikan harga.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
LaporanWartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM, KUAL TUNGKAL - Dalam dua minggu terakhir, harga beras di pasar tradisional di Kabupaten Tanjab Barat mengalami kenaikan harga.
Devi pedagang di pasar Tanggo Rajo Ilir, Tungkal Ilir mengakui jika harga beras pada pekan terakhir memgalami kenaikan.
Kenaikan harga beras berkisar Rp 1.000 sampai Rp 1.500 per kilogramnya.
Baca: 336 Pemilih Disabilitas di Pemilu 2019, KPU Tanjabtim Pertegas Soal Pemilih Gila
Baca: Diguyur Hujan Petir dan Angin, Rumah Warga di Sarolangun Terendam Banjir
Baca: Selain Kopi, Cafe Ini Sediakan Mi Tante dan Intel, Seperti Apa Rasanya?
Naiknya harga beras ini terjadi pada semua jenis merek beras termasuk beras kampung.
Disebutkannya beras merek Baginda sebelumnya dijual Rp 13 ribu per kilo saat ini naik menjadi Rp 14.500 ribu per kilo.
Beras solok dari harga Rp 16 ribu per kilo naik menjadi Rp 17.000 ribu. Beras kampung dari Rp 9 ribu naik menjadi Rp 11 ribu per kilo. Sementara, beras Balido dari Rp 18 ribu per kilo kini naik menjadi Rp 19 ribu.
"Kenaikan ini dipicu akibat minimnya persedian beras yang masuk ke Tanjab Barat saat ini," ujarnya.
Baca: VIDEO: Mengerikan! Ternyata Seperti ini Suara Gemuruh yang Heboh Terdengar di Langit Jawa Tengah
Baca: Harga Sembako di Pasar Kramat Tinggi, Muara Bulian, Cenderung Stabil
Baca: Buruh di Pasar Angso Duo, Tega Tikam Teman Sendiri. Diduga Ini Penyebabnya
Hal senada juga dikatakan Asna, pedagang lainnya, akibat kenaikan harga beras ini tidak sedikit para pembeli mengurungkan niatnya untuk membeli beras berkualitas tinggi. Bahkan sudah banyak yang beralih ke beras biasa dan beras kampung.
"Kenaikan ini terjadi di tingkat distributor sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga," ungkapnya.