Berita Viral

Habis Raffi Ahmad Dicibir Netizen Usai Posting Video Ucapan Maaf Presiden Prabowo: Nyapu Teros!

Niat hati ingin meredam amarah publik, unggahan Raffi Ahmad di media sosial justru berbalik menjadi bumerang. 

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Instagram
Staf khusus Presiden Prabowo Subianto 

TRIBUNJAMBI.COM - Niat hati ingin meredam amarah publik, unggahan Raffi Ahmad di media sosial justru berbalik menjadi bumerang. 

Setelah didesak untuk bersuara terkait tewasnya driver ojek online, Affan Kurniawan, Raffi memposting serangkaian konten.

Konten itu termasuk video duka cita dari Presiden Prabowo Subianto Subianto. 

Namun, bukannya menuai simpati, suami Nagita Slavina itu malah banjir cibiran dari warganet.

Sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad memang dikenal sebagai pendukung vokal Prabowo sejak Pemilu 2024. 

Warganet pun mendesaknya untuk bersuara atas kematian tragis Affan Kurniawan.

Sebagaimana diketahui, Affab tewas usai terlindas mobil rantis Brimob.

Kejadian itu disebut sebuah insiden yang memicu gelombang demonstrasi di berbagai kota di Indonesia.

Baca juga: Buntut Tewasnya Driver Ojol Affan Merebak ke Kota Mataram: Massa Bakar Kantor DPRD

Baca juga: Laka Maut di Perbatasan Kota Jambi dan Muaro Jambi: Bocah Kelas 2 MI Meninggal

Baca juga: Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal Soroti Kenaikan Tunjangan DPR, Ini Menyakitkan untuk Rakyat

"No words could describe our feelings (Tidak ada kata yang bisa menggambarkan perasaan kita)," tulis caption dalam unggahan tersebut.

Total ada enam unggahan baru yang dibagikan Raffi di akun Instagram-nya @raffinagita1717. Unggahan-unggahan tersebut, termasuk:

1. Gambar hitam dengan ikon hati patah.

2. Ilustrasi monokrom Affan Kurniawan.

3. Pita duka cita.

Sebuah foto pita merah melambangkan duka berpadu dengan warna biru langit diunggah.

Dalam captionnya, unggahan itu mengingatkan akan pentingnya demokrasi tanpa merusak.

"Duka atas kepergian Saudara Affan Kurniawan adalah duka kita bersama. 

Peristiwa ini mengingatkan kita semua betapa berharganya setiap nyawa manusia. Tragedi ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga menjadi luka bagi bangsa.

Baca juga: Presiden Prabowo Kecewa, Sebut Petugas Berlebihan usai Driver Ojol Meninggal Ditabrak Rantis Brimob

Baca juga: Melihat Dampak Demo di Polres Metro Jakarta Timur: Gedung Dibakar, Puluhan Mobil Hangus

Demokrasi yang kita jalani seharusnya menjadi ruang kebaikan bersama, bukan arena yang menghadirkan korban. 

Setiap perbedaan pendapat seharusnya disampaikan dengan damai, karena kekerasan dalam bentuk apa pun hanya merusak makna demokrasi itu sendiri.

Kita memahami, situasi yang melelahkan sering kali memicu emosi dan mengaburkan akal sehat.

Namun, justru di sinilah pentingnya aturan dalam berdemokrasi: aturan ada untuk menjaga agar aspirasi bisa disampaikan tanpa menimbulkan luka. 

Demokrasi yang matang adalah demokrasi yang menghargai perbedaan, mencari jalan tengah, dan memastikan semuanya berjalan dengan tertib dan bermartabat," bunyi tulisan itu.

- Potret demonstrasi dan pemakaman Affan.

- Dua video ucapan belasungkawa dari Presiden Prabowo.

Anehnya, video ucapan duka dari Presiden tidak diunggah di akun resmi Kepala Negara, melainkan justru melalui akun pribadi Raffi. 

Hal ini memicu kecurigaan warganet, yang menuduh Raffi hanya melakukan "pencitraan."

Kritik pedas langsung membanjiri kolom komentar. Warganet menuduh Raffi hanya "menyapu" masalah, alias membersihkan citra pemerintah tanpa melakukan tindakan nyata.

"NYAPUUU TEROOOS!! Semangat Rapiii.. biar bisnis lu aman sentosa kan," cibir seorang warganet.

Warganet lain menyindir, "Posting gampang, action? BERAT!!!"

Baca juga: Ahmad Sahroni Diduga Kabur ke Singapura, Ferry: Pengecut Bermental Culun

Ada pula yang mempertanyakan integritas Raffi dan keputusannya untuk tetap bekerja di bawah pemerintahan yang dianggap "tone deaf".

"Raffi sumpah kasian sama pengorbanan, kerja keras juga anak istri yang bakalan kena hujat...!" tulis seorang netizen.

Beberapa warganet juga menyinggung perihal kontrak dan bayaran yang diterima Raffi.

"Seorang Raffi Ahmad masih kekurangan duit kah? Dibayar berapa buat posting reels ini?" tanya warganet lainnya.

"Oh jadi akunnya Presiden ya sekarang," sindir netizen lain.

Hingga kini, Raffi Ahmad belum memberikan respons atas kritik yang dialamatkan padanya. Ia juga tidak terlihat mendatangi kediaman almarhum Affan, tidak seperti beberapa figur publik lainnya.

Kronologi Tewasnya Affan Kurniawan

Aksi polisi membubarkan massa pendemo yang memprotes kenaikan tunjangan anggota DPR RI di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis malam berakhir duka.

Seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan, tewas setelah dilindas mobil rantis Brimob yang melintas ugal-ugalan untuk membubarkan massa.

Affan tak turut dalam barisan pendemo malam itu.

Ia hanya sedang mengantar makanan pesanan pelanggan melalui aplikasi Gojek.

Dalam video yang beredar, Affan nampak tersandung saat mobil aparat itu melaju kencang.

Tubuhnya terjengkang tatkala rantis Brimob Polda Metro Jaya tersebut menubruknya dari belakang.

Affan tak bisa menghindar hingga dilindas mobil berbobot lebih dari satu ton itu.

Baca juga: Breaking News Gedung Kejati Jambi Diserang Massa Geng Motor, 3 Mobil Dibakar

Terlihat mobil Rantis Barracuda Brimob itu sempat berhenti setelah menabrak Affan.

Alih-alih mundur-mundur, mobil yang ditumpangi tujuh orang anggota polisi itu justru tancap gas melindas pemuda 21 tahun tersebut, lalu kabur ke arah Tugu Tani meninggalkan tubuh Affan yang sudah bersimbah darah di lokasi.

Video detik-detik tewasnya Affan viral di segala lini masa media sosial.

Jenazah Affan Kurniawan diberangkatkan dari rumah duka di kawasan pemukiman padat Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (29/8/2025) pagi diiringi ribuan pelayat.

Ribuan driver ojol dari Gojek, Grab dan platform lainnya mengenakan jaket aplikasi mereka melayat ke TPU Karet Bivak menggunakan sepeda motor. Suara klakson saling bersahutan sebagai ungkapan duka cita.

Sejumlah tokoh seperti Anies Baswedan dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melayat ke rumah duka.

Begitu juga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Perwakilan dari manajemen Gojek dan Grab juga melayat ke rumah duka Jumat diniharI.

Tangis ibu kandung Affan Kurniawan pecah saat Anies Baswedan melayat ke rumah duka. Ratusan warga tetangga almarhum Affan Kurniawan turut mengiringi pemakamannya ke TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Atas tewasnya Affan ini, tujuh orang polisi telah diamankan dan dijatuhi hukuman Penempatan Khusus (Patsus) selama 20 hari ke depan di Mabes Polri.

Penempatan khusus adalah prosedur penanganan anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin atau kode etik. 

Namun, hingga saat ini, status mereka masih sebatas terduga pelanggar etik, belum ditetapkan tersangka dalam proses pidana.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: 10 Perusahaan Tambang Batu Bara Bandel di Jambi Dipanggil Komisi XII DPR RI

Baca juga: Jerome Polin Unggah Tawaran jadi Buzzer Dibayar Rp150 Juta: Jangan Lengah, Kawal Terus

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved