Berita Selebritis

Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal Soroti Kenaikan Tunjangan DPR, Ini Menyakitkan untuk Rakyat

Pasangan selebritas Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal ikut angkat suara terkait aksi demonstrasi yang belakangan memanas di sejumlah daerah.

Penulis: Nurlailis | Editor: Nurlailis
Instagram Prilly Latuconsina
Pasangan selebritas Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal ikut angkat suara terkait aksi demonstrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Pasangan selebritas Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal ikut angkat suara terkait aksi demonstrasi yang belakangan memanas di sejumlah daerah.

Menurut Prilly Latuconsina, persoalan ini tidak hanya soal angka, tetapi juga soal kepekaan terhadap kondisi masyarakat.

“Demo ini muncul karena ada pemberitaan tunjangan DPR yang naik drastis," tegas Prilly Latuconsina dikutip dari Instagram miliknya, Sabtu (30/8/2025).

Baca juga: Rayap Besi Berkaki Dua Beraksi saat Demo di Provinsi Jambi Viral: Cair

"Adanya tunjangan-tunjangan yang banyak sekali dan sampai di angka yang tidak masuk akal menurut kami semua,” katanya.

Prilly juga menyoroti sikap beberapa anggota DPR yang dinilai tidak menunjukkan empati. 

“Banyak sekali statement-statement dari yang harusnya menjadi perwakilan rakyat, tapi malah tidak bijak," ungkapnya.

Ia mengkritik pernyataan-pernyataan yang terdengar meremehkan kekhawatiran masyarakat. 

"Ada yang bilang ‘cuma 12 juta’, ‘cuma segini, ini tidak besar’. Bahkan ada yang menyebut, ‘yang protes itu orang tolol’. Itu semua kan menyakitkan buat rakyat,” terang Prilly.

Baca juga: Nyawa Syaiful Tak Tertolong Usai Lompat dari Lantai 4 Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa: Panik

Senada dengan Prilly, Omara Esteghlal juga menyampaikan kekesalannya terhadap situasi tersebut. 

“Ada yang bilang perjalanan ke kantor harus menempuh macet," ucap Omara.

Namun, menurutnya, pernyataan itu menjadi ironi tersendiri. 

"Tapi yang ironis, macet itu ditempuh dengan mobil mewah yang jelas hasil dari fasilitas, pajak, dan uang rakyat. Itu menyinggung sekali,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa akumulasi kemarahan publik semakin memuncak setelah muncul video yang menunjukkan perilaku anggota dewan yang dinilai tidak pantas. 

“Bagaimanapun, ini semua terjadi setelah pengumuman kenaikan tunjangan. Lalu muncul footage orang-orang ini, yang seharusnya mewakili rakyat, malah joget-joget dengan gembira," tutur Omara dengan nada kesal.

"Tentu ini menimbulkan rasa amarah dan kekecewaan dari seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.

Update berita Tribun Jambi di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved