Polemik di Papua

7 KKB Papua Bagi 3 Tim Demi Serang 2 Brimob di Nabire, Ini Hasil Rekonstruksi

Tujuh anggota kelompok kriminal bersenjata di Papua atau KKB Papua ternyata memiliki peran spesifik.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Rekonstruksi yang digelar Satgas Operasi Damai Cartenz pada Selasa (26/8/2025) mengungkap betapa terorganisirnya aksi keji KKB Papua yang dipimpin oleh Aibon Kogoya menyerang dua anggota Brimob. 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah perencanaan matang terungkap dalam reka ulang kasus penembakan hingga menewaskan dua anggota Brimob di Nabire, Papua Tengah

Tujuh anggota kelompok kriminal bersenjata di Papua atau KKB Papua ternyata memiliki peran spesifik.

Mereka terbagi dalam tiga kelompok saat melancarkan serangan brutal pada 13 Agustus lalu.

Rekonstruksi yang digelar Satgas Operasi Damai Cartenz pada Selasa (26/8/2025) mengungkap betapa terorganisirnya aksi keji yang dipimpin oleh Aibon Kogoya tersebut.

Dalam 21 adegan yang diperagakan, terungkap KKB Papua tidak bergerak secara acak. 

Mereka membagi peran untuk memastikan serangan berhasil dan targetnya adalah dua personel Brimob.

Kedua korban yakni Brigpol M Arif Maulana dan Briptu Nelson C Runaki, yang sedang mengamankan proyek rehabilitasi jalan.

Kelompok 1 (Pelaku YM, YW, dan KM): 

Bertugas menembak Brigpol M Arif Maulana di lokasi pertama (TKP 1).

Baca juga: 21 Adegan Sadis Diperagakan dalam Rekonstruksi Pembunuhan 2 Brimob di Nabire Oleh KKB Papua

Baca juga: Buntut Tewasnya Driver Ojol Affan Merebak ke Kota Mataram: Massa Bakar Kantor DPRD

Baca juga: Laka Maut di Perbatasan Kota Jambi dan Muaro Jambi: Bocah Kelas 2 MI Meninggal

Kelompok 2 (Pelaku TG dan Suplianus): 

Berperan menembak Briptu Nelson C Runaki di lokasi kedua (TKP 2).

Kelompok 3 (Pelaku Aibon Kogoya dan HM): 

Bertugas memantau situasi di sekitar lokasi pembangunan jalan dan ekskavator, memastikan tidak ada hambatan selama serangan.

Tak hanya menembak, para pelaku juga merampas senjata api jenis AK-101 dan AK-47 serta rompi anti-peluru milik korban. 

Hal yang lebih mengejutkan, aksi keji ini bahkan didokumentasikan.

"Pelaku merekam penembakan tersebut," ungkap Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo.

Pelaku yang bertugas mendokumentasikan adalah Suplianus Bagau, salah satu anggota KKB yang berperan sebagai media kelompok. 

Ia juga merekam video pernyataan sikap para pelaku di perkemahan darurat mereka.

Baca juga: Warga Timika Resah, Isu KKB Papua Turun Gunung Beredar Luas, Kapolres Pastikan TNI-Polri Patroli

Baca juga: Pesan Pilu Ayah Affan Kurniawan ke Driver Ojol: Jangan Anarkis, Jangan Sampai Seperti Anak Saya

Suplianus Bagau (31) berhasil ditangkap di Nabire pada Rabu (20/8/2025), seminggu setelah insiden penembakan. 

Dia adalah satu-satunya pelaku yang berhasil diamankan dari tujuh orang yang terlibat. 
Rekonstruksi ini dilakukan dengan penjagaan ketat, melibatkan 15 kendaraan taktis dan puluhan senjata laras panjang.

"Rekonstruksi ini akan menjadi bahan penting untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum," jelas Kombes Adarma Sinaga, Wakaops Damai Cartenz.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus memburu enam pelaku lainnya yang masih buron. 

"Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung upaya penegakan hukum. Kami akan terus memburu pelaku lainnya yang masih buron," pungkas Adarma.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: JK Ingatkan Pemerintah agar Insiden 1998 Tak Terulang: Minta Maaf, Jangan Menghina Rakyat

Baca juga: Buntut Tewasnya Driver Ojol Affan Merebak ke Kota Mataram: Massa Bakar Kantor DPRD

Baca juga: Temui Massa Aksi, Sultan HB X Datangi Mapolda DI Yogyakarta

Baca juga: Cerita Aiptu Nana Bangun LPQ Bahrul Ulum, Gratis untuk Anak hingga Lansia

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved