Berita Jambi
Gerobak dan Balita di Pinggir Jalan, Aktivitas Mengemis Marak Saat Ramadan
Fenomena manusia gerobak kembali marak di Kota Jambi selama Ramadan, memicu kekhawatiran soal eksploitasi anak.
Penulis: Rifani Halim | Editor: Heri Prihartono
Selain Citra, Tribun Jambi juga mewawancarai Ari , seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung dan tinggal di RT 12 Kelurahan Legok.
Ari mengatakan dirinya biasa berkeliling mencari barang bekas pada malam hari. Sementara sore menjelang berbuka, ia kadang duduk di pinggir jalan bersama gerobaknya.
“Kalau pagi jarang di sini. Biasanya keliling. Sore paling sejam dua jam menjelang berbuka,” katanya.
Ia membantah jika sengaja menunggu pemberian dari pengguna jalan. “Bukan berharap juga. Kadang duduk-duduk saja. Kalau ada orang kasih, ya diterima,” ujarnya.
Menurut informasi yang telah digali oleh Dinas Sosial Kota Jambi Ari saat muda merupakan pengusaha dibidang transportasi di Bengkulu. Namun dia memiliki istri lebih dari satu tetapi saat sakit ia justru ditinggalkan.
Menurutnya, fenomena warga membawa gerobak saat Ramadan memang kerap terjadi setiap tahun, terutama dari kawasan Danau dan Legok. Ia juga mengaku tidak menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) karena statusnya mengontrak rumah.
Selain itu, fenomena berjualan tisu juga tampak di setiap simpang kota Jambi. Petugas dinas sosial kota Jambi turut mengamankan dua orang, remaja dan laki-laki yang sakit struk.
Remaja tersebut diketahui merupakan pelajar di salah satu sekolah menengah pertama. Saat diamankan oleh petugas dinas sosial untuk diberikan himbauan remaja itu berlari namun berhasil diamankan.
Remaja itu mengaku masih bersekolah aktif di SMP di kota Jambi, setelah pulang sekolah berjualan untuk kehidupan sehari-hari.
Sedangkan laki-laki struk berjualan karena sudah ditelantarkan oleh istri dan anak. Dia terpaksa berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang kini hidup sebatang kara di kota Jambi.
“Saya sudah tidak ada istri, saya dibuang. Anak saya juga tidak mau peduli karena dia tinggal di Bengkulu Utara. Saya sendiri di Jambi dari masjid ke masjid, sekarang ngontrak rumah,” ungkap pria struk berjualan tisu.
Mayoritas sejumlah gepeng yang diamankan oleh Dinas Sosial Kota Jambi bukan pertama kali diamankan, dihimbau dan diberikan bantuan. Namun rerata orang yang diamankan ini betah menjalani kehidupan semacam ini.
Fenomena ini memunculkan dua sisi di tengah masyarakat. Di satu sisi ada tradisi berbagi takjil dan sedekah yang meningkat selama Ramadan. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran terkait potensi eksploitasi anak serta ketergantungan pada belas kasih pengguna jalan.
*Dinas Sosial*
Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, mengatakan fenomena orang membawa gerobak dan duduk berjam-jam di sejumlah titik di Kota Jambi sebenarnya bukan hal baru. Namun intensitasnya meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama saat bulan Ramadan.
| Daftar Dugaan Pelanggaran HAM di Jambi yang Dibawa Komnas HAM ke Gubernur Al Haris |
|
|---|
| Daftar 12 Pejabat Kanwil Kemenag Jambi yang Dilantik Kakanwil Mahbub Daryanto |
|
|---|
| Soroti Kerentanan Difabel, Kanwil KemenHAM Jambi Dorong Pelayanan Publik Tanpa Diskriminasi |
|
|---|
| Daftar Polisi Jambi Dipecat Sepanjang 2025-2026, Terbaru Kasus Rudapaksa |
|
|---|
| Total 4 Polisi di Jambi Dipecat Hari Ini, 2 di Antaranya Tersangka Rudapaksa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-pengemis-lumpuh.jpg)