Berita Jambi
Gerobak dan Balita di Pinggir Jalan, Aktivitas Mengemis Marak Saat Ramadan
Fenomena manusia gerobak kembali marak di Kota Jambi selama Ramadan, memicu kekhawatiran soal eksploitasi anak.
Penulis: Rifani Halim | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Fenomena warga membawa gerobak dan duduk berjam-jam di pinggir jalan selama bulan Ramadan kembali terlihat di sejumlah titik di Kota Jambi.
Pantauan Tribunjambi.com, aktivitas itu berlangsung sejak pukul 15.00 WIB hingga sekitar 21.00 WIB.
Silih berganti pengendara sepeda motor dan mobil berhenti untuk memberikan makanan, minuman, uang tunai hingga amplop.
Rata-rata perempuan yang membawa gerobak turut membawa anak balita dan anak kecil.
Di kawasan Talang Banjar, seorang perempuan bernama Citra (28) tampak mendorong gerobak lusuh berisi empat anaknya, terdiri dari dua anak laki-laki dan dua perempuan.
Usia keempat anak tersebut hanya terpaut sekitar satu tahun.
Di dalam gerobak terlihat botol plastik dan kardus bekas. Di bawah tumpukan kardus terselip makanan dan minuman yang diduga hasil pemberian warga yang bersedekah.
Citra mengaku terpaksa turun ke jalan karena tidak memiliki pekerjaan lain. Ia menyebut suaminya tengah menjalani hukuman penjara dalam kasus narkoba.
“Saya enggak ada kerja lain. Suami lagi di dalam,” ujarnya.
Ia mengatakan biasanya mulai berada di lokasi sekitar pukul 15.00 atau 16.00 WIB hingga malam hari. Anak sulungnya disebut bersekolah di salah satu sekolah kawasan Kasang, tempat ia mengontrak rumah.
Saat Tribun Jambi melakukan peliputan, tim dari Dinas Sosial Kota Jambi datang untuk melakukan penertiban dan pendataan. Petugas sempat mencoba membawa Citra dan keempat anaknya ke kantor dinas sosial.
Namun dua anaknya menangis histeris saat hendak dibawa masuk ke mobil. Seorang perempuan yang mengaku sebagai ipar Citra juga datang meminta agar mereka tidak dibawa.
Tangisan anak-anak yang semakin keras membuat petugas akhirnya tidak tega. Citra diminta kembali ke rumah, sementara pendataan dilakukan di lokasi.
Dari hasil pendataan sementara, petugas mengungkapkan bahwa Citra sebelumnya telah menerima sejumlah bantuan dari sebuah yayasan sosial, antara lain satu unit sepeda motor Honda Beat, etalase besar untuk berjualan makanan yang disebut telah dijual dan tidak pernah digunakan, bantuan uang modal usaha, pembayaran token listrik selama satu tahun, serta biaya sewa rumah.
Meski demikian, Citra tetap turun ke jalan dengan membawa anak-anaknya. Petugas menduga aktivitas tersebut mengarah pada praktik mengemis dengan melibatkan anak.
| 240 ASN di Pemkot Jambi Pensiun Tahun Ini, Sinyal Buka Rekrutmen CPNS 2026? |
|
|---|
| Gubernur Al Haris Buka Jambi Business Matching Forum 2026, Dorong UMKM Naik Kelas |
|
|---|
| Besok, ASN di Kota Jambi mulai WFH, Mana Saja yang Tetap Masuk? |
|
|---|
| El Nino Diprediksi Puncak Agustus, Jambi Tingkatkan Kesiapsiagaan |
|
|---|
| BMKG Peringatkan El Nino 2026, Al Haris: Kesiapsiagaan di Daerah Penting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-pengemis-lumpuh.jpg)