Jumat, 15 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Guru SD di Batang Hari Disekap

Guru SD di Batang Hari Jadi Korban Penyekapan, Korban Syok Berat

Guru sekolah dasar yang mengajar di SD 42/1 Lubuk Ruso, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, menjadi korban aksi kriminalitas. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Heri Prihartono
Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah
Seorang guru  yang mengajar di SD 42/1 Lubuk Ruso, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, menjadi korban aksi penyekapan. Kini korban tampak syok akibat peristiwa tersebut. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Seorang guru  yang mengajar di SD 42/1 Lubuk Ruso, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, menjadi korban aksi kriminalitas. 

Peristiwa  penyekapan dan perampokan terjadi di dalam sebuah mobil pribadi yang diduga travel gelap.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 3 Januari 2026, dan menyebabkan korban mengalami trauma.

Dari video yang beredar terlihat kondisi korban yang mengenakan seragam pegawai negeri sipil dan tampak menangis histeris dan menyita perhatian publik.

Saat Tribunjambi.com mendatangi kediaman korban di Kecamatan Muara Bulian, kondisi rumah terlihat sepi. 

Pihak keluarga belum bersedia menerima kunjungan awak media karena korban masih dalam kondisi syok berat.

Ibu korban, dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, mengungkapkan bahwa anaknya masih membutuhkan waktu untuk memulihkan diri.

" Anak saya ada di dalam, sedang tidur dan istirahat. Tadi juga sudah minum obat," ujarnya sambil menangis, Rabu (4/2/2026).

Ia mengatakan keluarga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut kepada pihak mana pun karena masih diliputi rasa trauma mendalam akibat kejadian tersebut. 

Kondisi itu terlihat dari sikap ibu korban yang masih tampak gemetar saat berbicara.

Pantauan Tribun Jambi di lokasi, beberapa wartawan juga sempat mendatangi rumah korban, namun belum dapat diterima oleh pihak keluarga dengan alasan kondisi psikologis korban yang belum stabil.

Seorang warga setempat, Syahril (60), mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian yang

menimpa korban.

Namun ia membenarkan bahwa korban sehari-hari menempuh jarak yang cukup jauh dari tempat tinggalnya untuk mengajar.

" Saya tidak tahu pasti kejadiannya seperti apa, tapi memang setahu saya korban mengajar jauh dari sini," katanya. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved