Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Guru SD di Batang Hari Disekap

Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penyekapan Guru SD di Batang Hari

Kasus penyekapan dan perampokan seorang guru sekolah dasar di Batang Hari, Provinsi Jambi, kini resmi ditangani oleh pihak kepolisian.

|
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Heri Prihartono
Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah
PENYEKAPAN. Kasi humas Polres Batang Hari, Iptu Simbang Tetap memaparkan kasus penyekapan dan perampokan yang menimpa seorang guru sekolah dasar di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Polisi tindaklanjuti kasus penyekapan dan perampokan yang menimpa seorang guru sekolah dasar di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.

Korban diketahui merupakan guru SD Negeri 42/1 Lubuk Ruso, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari

Korban aksi kriminalitas tersebut saat berada di dalam mobil pribadi yang diduga merupakan travel gelap.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (3/1/2026) ketika korban hendak pulang ke rumahnya di Kecamatan Muara Bulian.

Akibat kejadian itu, korban mengalami trauma berat.

Bahkan, video yang memperlihatkan kondisi korban mengenakan seragam pegawai negeri sipil (PNS) dan menangis histeris sempat beredar luas di media sosial dan menyita perhatian publik.

 Kasi humas Polres Batang Hari, Iptu Simbang Tetap, membenarkan adanya peristiwa pembegalan tersebut. 

Ia mengatakan korban merupakan seorang ibu guru yang mengajar di Desa Lubuk Ruso, Kecamatan Pemayung.

" Memang telah terjadi kejadian pembegalan terhadap seorang ibu guru dari Desa Lubuk Ruso, Kecamatan Pemayung, yang ingin pulang ke rumahnya menuju Kecamatan Muara Bulian," katanya, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, korban menaiki mobil travel berpelat hitam dari Lubuk Ruso. Jarak tempuh dari lokasi keberangkatan sekira 25 kilometer, dan di dalam mobil tersebut terjadi aksi pembegalan.

" Korban menaiki mobil travel plat hitam. Sekira 25 kilometer dari Lubuk Ruso, di dalam mobil itulah terjadi pembegalan," ujarnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah untuk mengungkap kasus tersebut. 

Polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memanggil saksi-saksi, serta mendatangi korban guna mendapatkan keterangan.

" Langkah kita dari pihak kepolisian adalah mendatangi TKP, memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan, dan jemput bola menemui korban," jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan jasa travel, terutama yang tidak dikenal atau mencurigakan.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved