Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Guru SD di Batang Hari Disekap

Guru SD Korban Penyekapan dan Perampokan di Batang Hari Lapor Polisi

Guru sekolah dasar di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi jadi korban penyekapan dan perampokan, kini korban lapor polisi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Heri Prihartono
Tribunjambi.com/Heri Prihartono
Kasus penyekapan dan perampokan yang menimpa seorang guru sekolah dasar di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, kini resmi ditangani pihak kepolisian, Rabu (4/2/2026). 


TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Guru sekolah dasar di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi jadi korban penyekapan dan perampokan.

Kejadian tersebut membuat korban membuat laporan ke Polres Batang Hari, Rabu (4/2/2026).

Korban diketahui merupakan guru SD 42/1 Lubuk Ruso, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, yang menjadi korban aksi kriminalitas di dalam sebuah mobil pribadi yang diduga travel gelap.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 3 Januari 2026 lalu menyebabkan korban mengalami trauma psikologis berat.

Video kondisi korban yang mengenakan seragam pegawai negeri sipil (PNS) dan tampak menangis histeris sempat beredar luas dan menyita perhatian publik.

Kasih Humas Polres Batang Hari, Iptu Simbang Tetap, membenarkan bahwa laporan terkait peristiwa tersebut telah diterima pihak kepolisian.

" Laporan sudah masuk dan saat ini sedang ditangani oleh Polres Batang Hari," katanya.

Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci secara detail kronologi kejadian maupun perkembangan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, pihak keluarga korban masih belum bersedia menerima kunjungan awak media. Korban disebut masih mengalami syok berat akibat peristiwa yang dialaminya.


Ibu korban mengungkapkan kondisi anaknya hingga saat ini masih membutuhkan waktu untuk pemulihan.

" Anak saya ada di dalam, sedang tidur dan istirahat. Tadi juga sudah minum obat," ujarnya dengan suara bergetar sambil menangis.

Ia mengatakan keluarga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena masih diliputi trauma mendalam atas kejadian tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa mencekam ini bermula saat korban bersama rekannya hendak pulang menuju Muara Bulian dan menunggu kendaraan di Simpang Lubuk Ruso.

Saat itu, sebuah mobil pribadi berhenti dan menawarkan tumpangan.

Namun, pelaku diduga melancarkan siasat dengan hanya mengizinkan korban untuk naik terlebih dahulu, sementara rekan korban dilarang masuk dengan alasan mobil sudah penuh.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved