Berita Batang Hari
Viral Perkelahian Siswi di SMPN 17 Jembatan Mas Berakhir Damai
Kasus perkelahian siswi SMPN 17 Jembatan Mas yang viral di media sosial diselesaikan secara damai melalui mediasi sekolah dan keluarga kedua pihak.
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Kasus perkelahian yang sempat viral di media sosial dan melibatkan siswi di SMPN 17 Jembatan Mas, Kabupaten Batang Hari, diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak, Kamis (21/5/2026).
Pada Rabu 20 mei 2026 kemarin, telah diselesaikan dan dihadiri oleh orang tua murid, pihak sekolah, Kanwil Provinsi, Humham, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari, UPTD PPA, Polres Batang Hari, dan Polsek Pemayung.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Batang Hari, Neneng Eva Anggraeni, mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan melalui mediasi pihak sekolah bersama keluarga masing-masing anak.
Ia menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada 13 Mei 2026 lalu dan sudah ditangani oleh pihak sekolah hingga tercapai kesepakatan damai antara korban dan pelaku.
"Permasalahan ini sebenarnya sudah selesai sebelumnya. Dari pihak sekolah juga sudah melakukan mediasi dan kedua belah pihak sudah sepakat berdamai," katanya.
Ia menyebut, pada Rabu lalu pihak UPTD PPA juga telah mendatangi sekolah dan bertemu dengan pihak-pihak terkait guna memastikan persoalan tersebut benar-benar selesai.
Menurutnya, dari keterangan keluarga korban, mereka meminta agar persoalan tersebut tidak lagi diperpanjang maupun diperkeruh karena anak-anak yang terlibat diketahui merupakan teman sepermainan.
"Pihak keluarga korban meminta agar masalah ini tidak diperbesar lagi karena anak-anak ini sebenarnya berteman. Mereka juga sudah sama-sama berdamai," ujarnya.
Ia menambahkan, kesepakatan damai itu turut disaksikan oleh pihak terkait dan telah dituangkan dalam surat perjanjian antara kedua belah pihak.
"Sudah ada perjanjian damai antara korban dan pelaku yang disaksikan pihak terkait," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, peristiwa itu bermula saat anak-anak tersebut bercanda dan diduga dipicu adanya taruhan hingga akhirnya terjadi perkelahian.
"Informasi yang kami terima, awalnya mereka hanya bercanda dan karena kemungkinan ada taruhan sehingga berujung perkelahian,," tuturnya.
Sementara itu, berdasarkan video klarifikasi yang dilihat penulis, orang tua korban juga menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai dan tidak ada tuntutan terhadap pihak mana pun.
Dalam video tersebut, pihak keluarga korban berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan meminta masyarakat tidak lagi memperkeruh suasana karena kedua belah pihak sudah berdamai.
"Kami berharap masalah ini tidak diperbesar lagi karena semuanya sudah selesai secara baik-baik," demikian pernyataan keluarga korban dalam video klarifikasi tersebut. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Pemanen Sawit di Batang Hari Dihukum 10 Tahun setelah Perkelahian di Kebun
| UMKM di Batang Hari Bertambah pada 2025, Usaha Mikro Tembus 13.264 Unit |
|
|---|
| Pria dari Jawa Tak Sadarkan Diri di Batang Hari, Bawa Rp230 Juta Uang Mainan |
|
|---|
| Gerakan Pangan Murah, Dinas Pangan Batang Hari Jaga Stabilitas Harga Jelang Iduladha |
|
|---|
| Ada Penambahan Lima Lokasi, Pembangunan Gerai KDKMP di Batang Hari Dikebut |
|
|---|
| Debit Sungai Batang Hari Naik 230 Cm, BPBD Minta Warga Waspada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Mediasi-SMPN-17-Jembatan-Mas.jpg)