Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Guru SD di Batang Hari Disekap

Berkat Dukungan Tetangga, Guru RS Berani Lapor Polisi Pascadisekap dan Dirampok di Batang Hari

Berawal tatkala RS dan seorang temannya hendak melakukan perjalanan pulang mengajar dari Lubuk Ruso menuju Muara Bulian. Dua daerah itu berjarak 86 Km

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: asto s
Google Maps/Google Maps
Jarak tempuk Lubuk Ruso, Kecamatan Pemayung, ke Kecamatan Muara BulianKabupaten Batang Hari 

"Awalnya keluarga tidak mau melapor. Setelah ada saran dari tetangga, baru akhirnya dilaporkan ke polisi" 
Tetangga Korban

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Berkat dukungan tetangga, seorang guru perempuan sebuah sekolah dasar (SD) negeri di Lubuk Ruso, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, yang menjadi korban penyekapan dan perampokan dalam mobil travel gelap (ilegal), akhirnya berani melapor polisi.

Peristiwa penyekapan dan perempokan yang dialami guru perempuan berinisial RS (39) itu terjadi pada Selasa (3/2/2026). Sang guru kemudian melaporkannya ke Polres Batang hari pada Rabu (4/2/2026).

Berawal tatkala RS dan seorang temannya hendak melakukan perjalanan pulang mengajar dari Lubuk Ruso menuju Muara Bulian. Dua daerah itu berjarak sekira 86 kilometer dan membutuhkan waktu perjalanan sekira 2 jam.

Informasi yang dihimpun Tribun Jambi, saat itu, mereka berdua sedang mencari mobil travel untuk ditumpangi. 

Lalu, sebuah mobil pribadi berhenti di depan mereka. Diduga ada tiga orang di dalam mobil tersebut, termasuk sopir. 

Mereka hanya mengizinkan guru tersebut yang naik, sementara temannya tidak dibolehkan dengan alasan sudah penuh.

Setelah berada di dalam kendaraan, RS diduga langsung disekap oleh pelaku yang ada di dalam mobil.

Setelah itu, barang berharga milik korban, seperti telepon genggam iPhone dan uang tunai, dirampas pelaku.

Tindakan para pelaku tak sampai itu saja. Mereja beberapa kali berupaya mencari mesin mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk menguras rekening korban. 

Masih dari informasi yang dihimpun Tribun Jambi, pelaku sempat mengendarai mobil berputar-putar hingga tiga kali, dari kawasan Jembatan Mas menuju Muaro Bulian. Setelah itu, guru RS diturunkan di depan Masjid Asaadah, Jembatan Mas, Kabupaten Batang Hari.

Kini Trauma

Video guru SD pascapenyekapan dan perampokan beredar di media sosial. Guru tersebut mengenakan seragam pegawai negeri sipil (PNS), tampak menangis histeris, hingga menyita perhatian publik.

Pascakejadian, guru RS berada di rumah orangtuanya di Muara Bulian.
Tribun Jambi mendatangi rumah tersebut sekira pukul 11.00 WIB. Rumah tersebut terlihat sepi.

Di sana, orang tuanya menyampaikan bahwa RS sedang mengalami trauma. Pihak keluarga pun belum bersedia menerima kunjungan awak media. 

Guru RS masih mengalami syok berat akibat peristiwa yang dialami. Ibu korban mengungkapkan kondisi anaknya hingga saat ini masih membutuhkan waktu untuk pemulihan.

"Anak saya ada di dalam, sedang tidur dan istirahat. Tadi juga sudah minum obat," ujarnya dengan lirih suara bergetar sambil menangis.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved