Polemik di Papua
KOLONEL Inf Candra Kurniawan Bantah KKB Papua Rumah Bupati Puncak-Kantor Distrik Jadi Pos Militer
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan membantah tudingan TPNPB–OPM atau KKB Papua sebut rumah Bupati Puncak jadi pos militer.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Mereka secara khusus menghimbau kepada Bupati Puncak Elvis Tabuni, Panglima TNI Agus Subianto, Pangdam XVII Cenderawasih, Koops Habema, Ops Damai Cartens, dan seluruh jajaran militer pemerintah Indonesia yang bertugas di Tanah Papua.
"Seluruh bangunan sipil yang pernah ditempati oleh aparat militer Indonesia di wilayah perang, TPNPB siap eksekusi semuanya," ancam Sambom.
Dia menambahkan Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI Agus Subianto telah mengerahkan pasukannya dan mengambil alih fungsi bangunan sipil sebagai pos pertahanan negara.
Menurut TPNPB-OPM atau KKB Papu, telah melanggar hukum humaniter.
Baca juga: KABUR Anak Polisi di Sumut Usai Tabrak Pengendara Pakai Mobil Dinas, Sang Ayah Kini Diperiksa Propam
KKB Papua juga menghimbau Bupati Elvis Tabuni untuk menghentikan kerja sama dengan militer Indonesia dalam mencari keberadaan TPNPB.
Mereka mengingatkan bahwa tugas utama bupati adalah memberikan perlindungan dan keamanan bagi ribuan warga sipil yang mengungsi dari kampung halaman mereka di Kabupaten Puncak akibat konflik bersenjata antara TPNPB dan militer pemerintah Indonesia.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: PANTAS Kompol Yogi Bunuh Brigadir Nurhadi, Ada Wanita Dirayu Saat Berendam Bersama di Kolam Villa
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 8/7/2025 Jadi Rp1.901.000, Emas Perhiasan di Jambi Rp11,5 Juta per Suku
Baca juga: Penampakan Makam Brigadir Yosua Hutabarat di Muaro Jambi Setelah Tiga Tahun Lalu Ditembak Sambo
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.