Aksi Bejat Pendeta di Blitar Cabuli 4 Anak Sopirnya Berdalih Kasih Sayang, Korban Diancam

Kronologi terbongkarnya aksi bejat seorang pendeta di Kota Blitar, Jawa Timur (Jatim), cabuli 4 anak sopirnya.

Editor: Suci Rahayu PK
KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU
Empat anak di bawah umur dicabuli oleh oknum pendeta di Kota Blitar, Jawa Timur. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kronologi terbongkarnya aksi bejat seorang pendeta di Kota Blitar, Jawa Timur (Jatim), cabuli 4 anak sopirnya.

Keempat korban berinisial  FTP (17), GTP (15), TTP (13), dan NTP (7) merupakan anak dari sopir pendeta tersebut yang bernama Tankianjo.

Aksi pencabulan ini ternyata sudah terjadi berulang kali.

Orangtua korban berinisial T bercerita, pertama kali mengenal si pendeta berinisial DKBH di bulan Desember 2021.

Kemudian, T ditawari pekerjaan sebagai sopir DKBH. 

Pendeta itu juga menyiapkan kontrakan di belakang gereja untuk tempat tinggal T dan keempat putrinya.

Namun, pada 2022 T bersama keempat putrinya ditawari untuk tinggal di gereja karena penjaga rumah ibadah tersebut meninggal.

Akhirnya, T dan keempat anaknya tinggal satu rumah bersama pendeta yang sudah dianggap sebagai keluarganya sendiri.

Baca juga: Bengkel Tambal Ban di Tempino Jambi Tutup, Pasca Insiden Mahasiswa Tewas Kena Ban Meledak

Baca juga: Diduga Bukan Harimau, Petani Kopi yang Diserang di Merangin Jambi Masih Trauma dan Dirawat Intensif

Setelah dua tahun tinggal di gereja, peristiwa pencabulan itu mulai terbongkar saat anak pertama T yang berinisial FTP (17) pamit bermain dengan rekannya, tetapi tak mau pulang lagi.

"Ketika saya telfon, dia enggak mau pulang. Akhirnya, saya cari informasi kenapa enggak pulang, dia jawab bahwa dia pindah ke Blitar sama temannya," ujar T

Akhirnya, T menyusul putrinya di rumah temannya. Di sana lah FTP menceritakan semuanya.

"Saat itu, anak saya bilang "Papih tega, papih enggak peduli sama aku. Aku sudah rusak sama pendeta itu'," ucap T.

FTP mengaku area sensitifnya sudah sering dipegang oleh pendeta tersebut.

Tak hanya itu, dia juga mengaku pernah dimandikan dan diajak berenang oleh pendeta tersebut.

Mendengar hal itu, T terkejut dan langsung membawa pulang FTP ke Blitar. Setibanya di Blitar, dia langsung menegur DKBH.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved