Polemik di Papua
KKB Papua Diniliai Biadab, Serang dan Tewaskan 3 Warga Spil, Satgas Cartenz Tak akan Tinggal Diam
Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua yang menyerang warga sipil dinilai biadap dan tidak berperikemanusiaan.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
KKB Papua Diniliai Biadab, Serang dan Tewaskan 3 Warga Spil, Satgas Cartenz Tak akan Tinggal Diam
TRIBUNJAMBI.COM - Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua yang menyerang warga sipil dinilai biadap dan tidak berperikemanusiaan.
Aksi penyerangan itu sebagaimana diketahui terjadi pada Rabu (18/6/2025) lalu di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Penyerangan yang dilakukan pada pukul 9.00 WIT itu tak hanya menewaskan tiga warga, tetapi mereka juga membakar 10 rumah.
Selain itu, akibat penyerangan yang dilakukan kelompok pimpinan Kalenak Murib itu membuat empat warga sipil lainnya terluka.
Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani menilai aksi tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan.
Kata dia, aksi yang membuat nyawa warga sipil melayang itu tidak dapat ditolerasi.
"Tindakan tersebut adalah kejahatan kemanusiaan dan tidak bisa ditoleransi," ungkap Faizal Ramadhani pada Minggu (22/6/2025) dilansir Tribunjambi.com pada Senin (23/6/2025).
Kata dia, aksi yang dilakukan KKB Papua pimpinan Kalenak Murib dan anak buahnya itu tidak mencerminkan rasa kemanusiaan.
Baca juga: Mayjen Kristomei Tegas Bilang TNI Hadir di Bumi Cendrawasih Jaga Warga dari Ancaman KKB Papua
Baca juga: DOA Penasihat Khusus Presiden Prabowo untuk Kesembuhan Jokowi dari Mekkah
Baca juga: PERINGATAN Iran ke Tentara Amerika Serikat: Setiap Negara Gunakan Pasukan Donald Trum Jadi Target
Sebab penembakan yang dilakukan mengakibatkan warga sipil menjadi korban.
“Ini adalah aksi biadap yang menyasar warga sipil tak berdosa. Kami tidak akan tinggal diam,” ungkap jenderal bintang satu ini.
Faizal menambahkan, pihaknya akan melakukan pengejaran terhadap KKB pimpinan Kalenak Murib dan anak buahnya.
“Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus mengejar dan menindak tegas pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.
Jubir TPNPB-OPM Bantah KKB Papua Serang Warga Sipil
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) buka suara terkait organisiasi yang disebut KKB Papua serang warga sipil.
Penyerangan itu sebagaimana diketahui dilakukan TPNPB-OPM pimpinan Kalenak Murib.
Awalnya, Sebby Sambom selaku juru bicara organisasi tersebut membenarkan jika ada penyerangan yang dilakukan kelompoknya.
Kata Sebby Sambom, penyerangan dan pembakaran rumah tersebut dilakukan KKB Papua Kalenak Murib.
Dia menyebutkan insiden penyerangan tersebut terjadi pada Rabu (18/6/2025) sekitar pukul 9.00 WIT.
"Laporan diterima sekitar tanggal 18 atau 19 Juni," kata Sebby Sambom, Jumat (20/6/2025) dilansir Tribunjambi.com pada Sabtu (21/6/2025).
Kabar yang beredar bahwa ada tiga korban tewas usai ditembak Kalenak Murib dan 11 ruamah dibakar.
Namun, kabar yang menyebutkan warga sipil tersebut dibantah Sebby Sambom.
Kata dia, ketiga korban merupakan anggota aktif TPNPB-OPM atau KKB Papua.
Baca juga: TONJOLAN di Perut Jokowi Jadi Sorotan, Dokter Tifa Ungkap Analisisnya: Alat Kesehatan CAPD, Apa Itu?
"Tiga korban itu anggota aktif TPNPB-OPM, anggotanya Kalenak sendiri," ungkap Sebby Sambom.
Untuk diketahui, Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua kembali berulah dengan melakukan penyerangan terhadap warga sipil.
Penyerangan yang terjadi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah itu diduga dilakukan pimpinan Kalenak Murib.
Kalenak yang menyerang di Kampung Lambera, Yugomak juga membkar rumah warga.
Kabar tersebut disampaikan Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani.
Kata dia, penyerangan terhadap warga sipil yang dilakukan KKB Papua itu terjadi pada Rabu (18/6) sekitar pukul 09.00 WIT.
Kata Brigjen Faizal Ramadhani, saat itu Kalenak Murib datang ke kampung tersebut bersama 23 pasukannya.
Mereka mendatangi Kampung Lambera dengan membawa empat senjata api laras panjang.
"Tiga warga dinyatakan meninggal dunia (MD), empat lainnya luka-luka, dan sedikitnya 11 honai (rumah adat) dibakar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/6).
Dia menyebut dari keterangan sejumlah saksi, insiden itu diduga sebagai pelampiasan amarah yang didasari motif cemburu.
Sebab, Kalenak Murib menduga istri ketiganya berselingkuh.
Namun, perselingkuhan itu dilakukan dengan anak buahnya bernama Minanggen Wijangge.
Kejadian itu kemudian membuat Kalenak Murib marah hingga menembaki warga.
Ketiga orang korban meninggal dunia yang terkena tembakan yakni:
• Minanggen Wijangge
• Patiago Tabuni
• Oriup Murib.
Sementara mereka yang mengalami luka tembak yakni:
• Amos Tabuni, luka tembak di lengan kanan
Baca juga: CEMAS Dokter Tifa Lihat Kondisi Jokowi: Pak, Anda Sakit Serius! Pasti Gatal Sekali Sekujur Tubuh
• Anis Tabuni, luka tembak di lengan kiri
• Amote Tabuni, luka di bagian kepala
• Perdus Tabuni terkena rekoset di bagian kaki.
"Saat ini, sebagian besar warga Kampung Lambera telah berpindah ke tempat lebih aman di Distrik Megeabume dan Distrik Sinak untuk menyelamatkan diri," tuturnya.
Lebih lanjut, Faizal mengatakan tindakan KKB pimpinan Kalenak Murib tersebut merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak bisa ditoleransi.
Brigjen Faizal Ramadhani menegaskan saat ini petugas terus meningkatkan patroli dan koordinasi dengan pemerintah Distrik Yugumoak untuk mengamankan diri ke Distrik terdekat yang lain.
"Ini adalah aksi biadab yang menyasar warga sipil tak berdosa. Kami tidak akan tinggal diam. Ops Damai Cartenz akan terus mengejar dan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.
Satgas Operasi Damai Cartenz dan aparat setempat perketan pengamanan usai pentolan KKB Papua melakukan penyerangan terhadap warga sipil.
Penyerangan tersebut sebagaimana diketahui menewaskan tiga warga dengan cara ditembak.
Selain itu, 11 rumah warga juga dibakar KKB pimpinan Kalenak Murib itu.
Adapun penyerangan itu sebagaimana diketahui terjadi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Warga yang tewas ditembak dan rumah dibakar itu tepatnya di Kampung Lambera, Yugomak.
Menanggapi peristiwa itu, Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 dan aparat keamanan lakukan pengamanan.
Aparat juga langsung mengevakuasi korban peristiwa yang terjadi pada Rabu (18/6/2025) itu.
Petugas keamanan kini memperketat pengamanan dan patroli serta memperluas jangankauan untuk mengamanakn wilayah tersebut.
"Ini adalah aksi keji yang tidak bisa ditoleransi. Kami terus memperkuat patroli dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga keselamatan warga," ujar Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani dalam keterangannya dikutip, Jumat (20/6/2025).
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Perang Iran-Israel, P4MI Jambi Pastikan Tidak Ada PMI Asal Jambi di Wilayah Konflik
Baca juga: Kapolda Jambi Pimpin Ziarah di Taman Makan Pahlawan pada Hari Bhayangkara 2025
Baca juga: MENGENAL Adam Suseno, Suami Inul Daratista Dilarikan ke RS, Sempat 13 Tahun Berjuang Dapatkan Anak
Baca juga: Polda Jambi Gelar Fun Run Road to Presisi Merdeka Run 2025 dan Pesta Rakyat Semarak Bhayangkara
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.