Polemik di Papua

Mayjen Kristomei Tegas Bilang TNI Hadir di Bumi Cendrawasih Jaga Warga dari Ancaman KKB Papua

Prajurit TNI di Bumi Cendrawasih yang dianggap menjadi ancaman justru sebaliknya, justru melindungi warga dari ancaman TPNPB-OPM atau KKB Papua.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
BERI RASA AMAN: Kapuspen TNI, Mayjen Kristomei Sianturi tegaskan keberadaan prajurit TNI di Bumi Cendrawasih yang dianggap menjadi ancaman justru sebaliknya, justru melindungi warga dari ancaman TPNPB-OPM atau KKB Papua. 

TRIBUNJAMBI.COM - Keberadaan prajurit TNI di Bumi Cendrawasih yang dianggap menjadi ancaman justru sebaliknya, justru melindungi warga dari ancaman TPNPB-OPM atau KKB Papua.

Penegasan itu disampaikan Kapuspen TNI, Mayjen Kristomei Sianturi.

Kata Mayjen Kristomei, kehadiran pos militer, termasuk di Yuguru merupakan langkah strategis untuk menjamin keamanan warga.

Serta menjaga stabilitas kawasan dari ancaman kelompok bersenjata yang disebut TPNPB-OPM atau KKB Papua.

Pernyataan itu disampaikan Mayjen Kristomei Sianturi menanggapi aksi propaganda yang kerap dilakukan kelompok tersebut.

KKB Papua disebut kerap memutarbalikkan fakta dan menuduh TNI secara tidak mendasar.

Diantara tuduhan yang kerap disampaikan yakni prajurit menembak warga sipil di Bumi Cendrawasih itu.

Pernyataan yang sebelumnya disampaikan Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut adanya TNI gugur juga dibantah Kapuspen TNI.

Baca juga: SUARA HATI dari Bumi Cendrawasih, Tokoh Agama Desak KKB Papua Stop Kekerasan: Melawan Ajaran Allah

Baca juga: TONJOLAN di Perut Jokowi Jadi Sorotan, Dokter Tifa Ungkap Analisisnya: Alat Kesehatan CAPD, Apa Itu?

Baca juga: POSTINGAN Terakhir Kades Teguh Sebelum Meninggal Tragis Bersama Keluarga, Istri Baru Dilantik PPPK

Kapuspen TNI bilang, informasi tersebut tidak benar dan merupakan bagian dari pola propaganda yang kerap digunakan oleh kelompok separatis.

“Itu informasi hoaks, tidak ada informasi tentang prajurit TNI yang gugur,” tegas Mayjen Kristomei Sianturi, Senin (23/6/2025).

Dijelaskannya, tuduhan mengenai pembangunan pos militer di pemukiman sipil bukan hal baru. 
Narasi tersebut dinilai sebagai strategi TPNPB-OPM untuk menggiring opini publik agar memandang kehadiran aparat sebagai ancaman. 

Padahal justru sebaliknya, keberadaan TNI sangat dibutuhkan untuk menjaga masyarakat dari aksi kekerasan dan pemerasan oleh kelompok bersenjata.

“Adanya Pos TNI ruang gerak dan logistik (OPM) menjadi terbatas,” jelasnya.

Menurut Mayjen Kristomei Sianturi, selama ini masyarakat sipil di wilayah pedalaman kerap menjadi korban aksi intimidasi.

Bahkan pemaksaan yang memanfaatkan lemahnya kontrol keamanan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved