Berita Viral

AKAL-AKALAN Wadison Pasaribu Usai Bunuh Istri, Jawaban Berbelit-belit hingga Minta Bertemu Anak

Tak sampai di situ saja, Wadison menyuruh anaknya keluar rumah dan berteriak minta tolong kepada tetangga.

|
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
ist
Drama pembunuhan Petry Sihombing (35), warga Perumahan Puri Anggrek, Walantaka, Kota Serang, Banten kini terungkap. Ya, pelaku pembunuhan Petry Sihombing tak lain adalah suaminya sendiri, Wadison Pasaribu. 

TRIBUNJAMBI.COM - Drama pembunuhan Petry Sihombing (35), warga Perumahan Puri Anggrek, Walantaka, Kota Serang, Banten kini akhirnya terungkap.

Pelaku pembunuhan Petry Sihombing tak lain adalah suaminya sendiri, Wadison Pasaribu.

Terbongkarnya sosok pelaku pembunuhan ini berlangsung dramatis.

Sebelumnya Wadison Pasaribu sempat bersandiwara dengan menangis histeris di depan jenazah Petry, Senin (2/6/2025).

Di depan pelayat yang hadir, Wadison menunjukkan perilaku sedih dengan menangis memegang dan memeluk pakaian yang sering dipakai istrinya semasa hidup.

Dia merekayasa cerita perampokan di rumahnya, hingga istrinya dewas dibunuh di kamar dan dirinya dimasukkan ke dalam karung dan tangan terikat.

Baca juga: JAWABAN Sang Anak Bikin Terbongkarnya Wadison Pasaribu Bunuh Istrinya Sendiri: Ayah Minta Tolong

Baca juga: SANDIWARA Wadison Pasaribu Nangis di Depan Jasad Istrinya Bikin Geram, Sempat Alibi ke Keluarga

Baca juga: TIPU DAYA Wadison Pasaribu Nangis di Samping Jenazah Istri, Rupanya Dibunuh Suaminya Sendiri

Tak sampai di situ saja, Wadison menyuruh anaknya keluar rumah dan berteriak minta tolong kepada tetangga.

Namun, kasus pembunuhan ini akhirnya terungkap. Wadison tak bisa berkelit lagi. 

"Pulang dari rumah sakit dia menangis-nangis (di depan jenazah). Tapi kita tidak tahu itu tangis kesedihan, penyesalan, atau sandiwara," kata kakak pelaku, Toni Lembas Pasaribu, melalui telepon, Rabu (4/6/2025).

Tak hanya menangis di depan jenazah sang istri, bapak dua orang anak itu juga sampai mengikuti prosesi pemakaman di tempat pemakaman umat Kristen di Sayar, Taktakan, Kota Serang. 

"Saat prosesi pemakaman, keluarga belum ada yang mencurigainya. Ternyata kami tertipu, kena prank semua," ujar Toni. 

Usai pemakaman, Toni sempat mendampingi Wadison saat diperiksa oleh Satreskrim Polresta Serang Kota. 

Saat pemeriksaan itulah, Toni mengaku mulai mencurigai Wadison sebagai pelaku. Sebab, keterangan yang diberikan Wadison kepada penyidik berbelit-belit. 

"Saya sebagai pengacara juga kesal, karena saat pemeriksaan saya dengar (memberikan keterangan) pelantat-pelintut," ujar dia.

Usai pemeriksaan di kepolisian, Toni langsung mengantar pulang Wadison ke rumah. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved