Tangis Pelajar SMP di Sumedang: Dirudapaksa Ayah Kandung Selama Bertahun-tahun

Siswi SMP berinisial SN (14),  menjadi korban rudapaksa yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Shuttershock
ASUSILA - Seorang siswi kelas 3 SMP di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berinisial SN (14),  menjadi korban rudapaksa yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri. 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang siswi kelas 3 SMP di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berinisial SN (14),  menjadi korban rudapaksa yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi di rumah korban saat ibunya sedang bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan air kemasan, Rabu (28/5/2025) pagi.

Menurut Babinsa Koramil Tanjungsari, Serda Asep Nurdin Firmansyah, usai kejadian, tetangga korban segera menghubungi ibu korban di tempat kerjanya untuk memberitahu kondisi anaknya.

Ketika ditanya oleh ibunya, SN mengaku bahwa dirinya telah menjadi korban rudapaksa oleh ayah kandung sejak duduk di bangku kelas 3 SD, atau saat berusia sekitar 8 tahun.

“Korban mengalami trauma berat,” ujar Serda Asep.

Pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumedang pada hari yang sama, didampingi perangkat desa.

 Proses hukum saat ini tengah berjalan untuk mengungkap kebenaran serta memberikan perlindungan kepada korban.

Kapolsek Pamulihan, Iptu Tri Sunu Suparjianto, membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi di wilayah hukumnya, tepatnya di Desa Cigendel.

Namun, ia menyatakan bahwa penyelidikan dilakukan oleh Polres Sumedang, bukan oleh Polsek Pamulihan.

“Soal pelaku masih menunggu pembuktian lebih lanjut. Informasi dari warga menyebutkan pelakunya adalah ayah kandung korban, tapi tentu butuh proses hukum,” ujarnya.

Pihak desa, termasuk Sekretaris Desa Cigendel, turut mendampingi korban dan keluarganya selama proses pelaporan dan pendampingan psikologis berlangsung. 

Langkah Menghadapi Perbuatan Asusila

Perbuatan asusila atau kekerasan seksual merupakan pengalaman traumatis yang dapat mengguncang korban secara fisik, emosional, dan mental.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak ada seorang pun yang pantas mengalami hal ini. Jika kamu atau orang terdekatmu mengalaminya, ada langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi situasi ini dengan bijak dan kuat.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menenangkan diri. Setelah kejadian, emosi seperti takut, marah, atau syok pasti muncul.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved