Suku Anak Dalam Tewas di Tebo

Dua Sekuriti PT SKU Tebora Tersangka, Kasus Suku Anak Dalam Tewas Dikeroyok di Tebo

Dari tiga SAD yang menjadi korban pengeroyokan, satu orang di antaranya meninggal dunia, satu luka-luka, dan satu bisa lolos. 

Penulis: tribunjambi | Editor: asto s
Kolase Tribunjambi.com/ist
SUKU ANAK DALAM DIKEROYOK - Tiga warga Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi dikeroyok. Satu orang SAD meninggal, satu luka-luka, satu lolos. 

Pascaperistiwa tersebut, Satreskrim Polres Tebo melakukan penyelidikan. 

Setelah penyelidikan, polres mengamankan dua pelaku pengeroyokan pada Rabu (30/4) malam.

"Ya, betul, Polres Tebo sudah mengamankan dua tersangka pembunuhan SAD. Keduanya sekuriti PT SKU atau PT Tebora," ujar Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Yoga Darma Susanto, saat dikonfirmasi Tribun Jambi, Kamis (1/5/2025).

Namun, pihaknya belum mengungkapkan identitas pelaku yang diamankan. 

Yoga menyampaikan pihaknya sedang membuat laporan perkembangan tersebut ke Polda Jambi.

"Kita sedang buat laporan ke Polda, nanti lebih lengkapnya langsung ke polda saja," ucapnya.

Sementara itu, Humas PT SKU (Tebora), Mohamad Akbar, mengatakan telah mendapat informasi perihal penangkapan tersebut.

Dia mengakui yang ditangkap polisi merupakan karyawan PT SKU, yakni sekuriti dengan jabatan komandan regu (danru) dan kepala unit pengamanan (kanitpam).

Akbar menjelaskan kedua karyawan PT SKY tersebut tidak dalam posisi tugas saat bentrok dengan SAD terjadi. 

Dia mengatakan bahwa PT SKU tidak bertanggungjawab atas kedua karyawannya tersebut. 

"Silakan diproses hukum saja kalau memang terbukti melakukan tindak pidana. Kita tidak bertanggung jawab dan tim kita sedang ke polres memastikan hal itu, karena tidak ada kaitannya dengan SKU. TKP-nya itu bukan di area kita," tuturnya. 

Mengapa Tak Ada Solusi

Depati Gentar, paman dari Orang Rimba (warga Suku Anak Dalam) yang luka-luka, mengatakan mengambil brondol bukan untuk mencari kaya, tetapi hanya untuk menyambung hidup.

Penyebabnya, karena sumber daya alam hutan yang menjadi sumber kehidupan Orang Rimba semakin tipis. 

Sebelum perstiwa itu terjadi, Gentar menuturkan sudah ada pembicaraan antara Orang Rimba dan perusahaan. 

Baca juga: Warga SAD Tewas Dianiaya Security PT Sawit Gegara Berondolan di Tebo, Ini Kata Polda Jambi

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved