Suku Anak Dalam Tewas di Tebo
Dua Sekuriti PT SKU Tebora Tersangka, Kasus Suku Anak Dalam Tewas Dikeroyok di Tebo
Dari tiga SAD yang menjadi korban pengeroyokan, satu orang di antaranya meninggal dunia, satu luka-luka, dan satu bisa lolos.
Penulis: tribunjambi | Editor: asto s
"Kami, Orang Rimba, diminta diberi kesempatan untuk mengambil brondol. Istilahnya, kami bantu perusahaan untuk mengambil buah yang jatuh dari pohonnya, kemudian sebagai imbalannya, perusahaan bersedia membeli brondol tersebut. Kami berharap ini menjadi solusi, supaya perusahaan bisa berjalan dan kami, Orang Rimba, juga bisa hidup," kata Gentar.
Namun, hasil pertemuan dengan perusahaan yang di gelar sekitar dua bulan lalu ini tidak kunjung mencapai kata sepakat, sampai akhirnya timbul penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa dan korban luka.
Gentar mengatakan Orang Rimba butuh hidup. Ketika hutannya beralih menjadi perkebunan, dia mempertanyakan mengapa perusahaan tidak mau memberikan sedikit ruang untuk Orang Rimba menyambung hidup dari mengambil brondol sawit. (tribun jambi/rifani halim/wira dani damanik)
Suku Anak Dalam
PT SKU
PT PHK
Desa Betung Berdarah
Tebo Ilir
Kabupaten Tebo
pengeroyokan
Suku Anak Dalam tewas
PT PHK Kena Denda Adat Rp800 Juta, Setelah Suku Anak Dalam di Tebo Tewas Dikeroyok Sekuriti |
![]() |
---|
Kasus Pengeroyokan SAD Jambi, Kuasa Hukum Sebut Dipicu Aksi Curi Sawit |
![]() |
---|
SAD Tabir Jambi Tuntut Ganti Rugi Rp100 Juta ke PT PHK Makin Grop Usai Bentrok |
![]() |
---|
PT SKU Pastikan Tak Ada Perintah Sweeping SAD di Tebo Jambi, Siap Pecat Pelaku |
![]() |
---|
Update Bentrok SAD vs Perusahaan Sawit di Tebo Jambi, PT Makin Group Didenda Adat Rp700 Juta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.