Berita Nasional

Dedi Mulyadi Larang Orangtua Tunggu Anak, Ngerumpi di Sekolah: Nanti Intervensi Guru, Ngatur, Ribut

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali membuat pernyataan yang menyita perhatian publik, khususnya dalam dunia pendidikan.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TikTok @dedimulyadiofficial
LARANG NGUMPUL DI SEKOLAH: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi kembali membuat pernyataan yang menyita perhatian publik, khususnya dalam dunia pendidikan. Dia melarang orangtua menunggu anak di sekolah, sebab bukan tempat ngumpu. (TikTok @dedimulyadiofficial) 

"Kolot nage teu meunang asup (orang tuanya juga gak boleh masuk), gak boleh lagi ada tumpukan motor di depan, suruh pulang. Karena apa ?, mengganggu," sambung Dedi.

Baca juga: Sempat Meradang dan Sebut Dedi Mulyadi Otoriter, Kini Dukung Program Gubernur Jawa Barat

Dedi pun menyindir kebiasaan para emak-emak ketika berkumpul.

Dia khawatir terjadi pertengkaran antar ibu-ibu ketika mereka ngumpul di sekolah.

Karena menurutnya, pasti ada ibu-ibu yang merasa iri ketika melihat ibu-ibu lain mengenakan pakaian yang lebih bagus atau jadi ajang pamer.

Ketika hal itu terjadi, maka suaminya yang akan menjadi korban.

Ketika keuangan pas-pasan, akhirnya suami terpaksa meminjam uang lagi dan lagi.

"Unggal poe euweuh gawe tiisuk di sakola nungguan budakna (setiap hari gak ada kerjaan dari pagi nungguin anaknya)," kata Dedi.

"Nanti bertengkar, paalus-alus baju (saling pamer baju ). Siapa yang korban ?, salakina (suaminya). Kunaon ?, isukna nganjuk deui nganjuk deui, pamijakanna panas (Kenapa ?, besoknya minjem duit lagi dan lagi, karena istrinya panas)," ungkapnya.

Pernyataan Dedi Mulyadi tentang kekhawatiran itu seakan dibenarka warganet dengan menyebutkan sampai dikeluarkan dari grup WhatsApp.

"saya sampai dikeluarkan dari grup wali murid, karena gak mengikuti arahan para komite sekolah, untuk drescod baju dan jilbab harus senada????????," tulis akun @cece di kolom komentar.

"aku cuma anter jemput doank.. ???? gak ikut nangkring di sekolah alLhamdulilah mending di rumah beres2 rumah????," ucap @Shinta Dewi.

"beberapa hari lalu, sekolah : wali murid WAJIB bayar 35 ribu untuk THR guru ya
saya : kirim video soal pungli di sekolah
kepseknya : itu negri, kita swasta
emang swasta boleh minta THR WAJIB?," sebut @UNDIDA.CTR di kolom komentar.

"aslina da,saya juga sampai pinjam bank emok buat acara perpisahan di smp,karena anak saya 3,satu di smp,satu di sd,satu lagi di paud,biaya triple," ucap @Tyarasherylzahid.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Download Lagu Maher Zain Lagu Religi 2025 dari Allahi Allah Kiya Karo hingga Ramadan

Baca juga: Download Lagu Nike Ardilla Terpopuler Legendaris di Spotify, Bintang Kehidupan Sandiwara Cinta

Baca juga: Resep Semar Mendem untuk Takjil Buka Puasa

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved