Berita Nasional

Kata-kata Kades di Bekasi ke Dedi Mulyadi saat Bongkar Bangunan Liar dan Respon Gubernur Jawa Barat

Kepala Desa Srijaya, Bekasi bernama Canih Hermansyah sempat meradang saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membongkar bangunan liar di kawasannya.

|
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
SEMPAT MARAH: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berbincang dengan warga Bekasi yang terkena dampak pembongkaran bangunan liar. Warga sempat marah namun akhirnya dibuat luluh termasuk kepala desa. (@dedimulyadi71). 

TRIBUNJAMBI.COM - Kepala Desa Srijaya, Bekasi bernama Canih Hermansyah sempat meradang saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membongkar bangunan liar di kawasannya.

Adapun pembongkaran di bantaran sungai itu dilakukan dalam progam penanganan permasalahan banjir.

Saat dibongkar itu lah Kades tersebut merasa kecewa terhadap ayah Maula Akbar Mulyadi Putra itu.

Canih mengaku kaget melihat pembongkaran bangunan liar yang atas instruksi Dedi Mulyadi.

Kekecewaannya itu lantaran dia menilai bangunan itu dibongkar tanpa diawali pemberitahuan sesuai degan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Terkait kegiatan hari ini saya merasa kaget ya, karena kemarin sore sekitar jam 4 saya diberitahu rekan-rekan BPD katanya hari ini akan ada eksekusi," kata Canih dikutip dari tayangan Youtube KDM Channel, Jumat (14/3/2025).

"Padahal pemberitahuan awalnya belum, seharusnya ini dijalankan sesuai dengan SOP, teguran pertama, kedua, keiga, sosialisasi, jangan seperti ini," sambung Canih.

Sambil meluapkan kekesalannya, Canih bahkan sampai menganggap bahwa gaya Dedi Mulyadi ini seperti penjajah.

Baca juga: Sosok Maula Akbar, Buat Dedi Mulyadi-Kapolda Metro Bakal Jadi Besan, Kekasih Wabup Garut

Baca juga: Sosok Putri Karlina, Wabup Garut, Anak Kapolda Metro Jaya Calon Menantu Dedi Mulyadi, Dikenal Tegas

Sehingga masyarakat merasa seperti di zaman penjajahan.

"Ini negara bukan negara jajahan, kita udah merdeka, artinya SOP dijalankan dulu sesuai sesuai dengan prosedurnya," kata Canih.

Meski begitu, Canih mengaku dirinya bukan tidak mendukung pembangunan daerah. Namun dia menyayangkan pembongkaran yang dilakukan di wilayahnya itu.

"Saya bukan tidak mendukung pembangunan daerah, bukan. saya mendukung, tapi caranya yang salah, kayak zaman penjajah ini," katanya.

"Pak Dedi itu menjalankan pemerintahannya seperti otoriter itu, mentang-mentang dia gubernur tidak melihat keadaan, paling tidak dia berbuat dulu sesuai sop. Saya dukung pembangunan daerah, sebagai kepala desa saya mendukung, tapi bukan dengan cara seperti ini," ungkap Canih.

Berujung Sumringah

Setelah Kades Canih mengkritisi tindakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kang Dedi, sapaan akrab Dedi Mulyadi pun langsung bertemu dengan Kades Srijaya ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved