Kultum Ramadan
Arti Keimanan Bagi Seorang Muslim
Oleh: Ustaz Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag. Arti Keimanan Bagi Seorang Muslim. Dalam sebuah riwayat, Sufyan Ats-Tsauri pernah menangis sepanjang malam...
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Oleh: Ustaz Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag.
TRIBUNJAMBI.COM - Dalam sebuah riwayat, Sufyan Ats-Tsauri pernah menangis sepanjang malam saat beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Melihat hal itu, salah seorang sahabatnya bertanya, “Apa yang membuat engkau menangis sepanjang malam ini? Apakah karena suatu kesalahan atau dosa yang engkau lakukan, baik kepada Allah maupun kepada manusia?”
Sufyan Ats-Tsauri lalu mengambil segenggam tanah di tangannya dan berkata, "Dosa seorang hamba di sisi Allah itu lebih ringan daripada segenggam tanah ini."
Sahabatnya kembali bertanya, “Lantas, apa yang membuatmu menangis?”
Beliau pun menjawab, “Aku menangis karena aku takut Allah Subhanahu wa Ta’ala mencabut keimanan dan keislaman dari diriku.”
Keimanan adalah Anugerah Terbesar
Saudaraku, sesungguhnya keimanan dan keislaman adalah nikmat yang paling berharga dalam kehidupan seorang Muslim.
Tidak ada yang lebih bernilai dibandingkan harta, pangkat, atau jabatan, selain keimanan yang Allah anugerahkan kepada kita.
Jika iman dan Islam hilang dari hati seseorang, maka ia tidak ada bedanya dengan benda mati—tidak memiliki nilai dan harga di sisi Allah.
Oleh karena itu, Allah memuliakan orang-orang yang beriman, mereka yang menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Ketakutan Para Ulama terhadap Hilangnya Iman
Dalam sebuah riwayat lain, Hasan Al-Bashri juga pernah menangis seraya berdoa, “Ya Allah, jadikanlah aku seperti sebongkah tanah.”
Ketika ditanya mengapa ia berdoa demikian, beliau menjawab bahwa kelak pada hari kiamat, ada manusia yang lebih buruk keadaannya dibandingkan sebongkah batu atau tanah.
Sebab, batu dan tanah tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya, sedangkan manusia akan ditanya tentang keimanannya dan bagaimana ia menjalankan Islam dalam hidupnya.
Menjaga Keimanan Sampai Akhir Hayat
Karena itu, kita sebagai umat Islam harus senantiasa berdoa kepada Allah agar diberikan keselamatan dalam iman hingga akhir hayat.
Doa yang sering dipanjatkan oleh para ulama adalah:
اللهم سلم، اللهم سلم
"Ya Allah, selamatkanlah imanku. Ya Allah, selamatkanlah imanku."
Semoga kita semua tetap istiqamah dalam keimanan dan keislaman hingga akhir hayat, sehingga kita dapat kembali kepada Allah dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin.
Baca juga: Menteri HAM Usul UU Kebebasan Beragama, Bisa Anut Kepercayaan Lain di Luar Agama Resmi
Baca juga: Ternyata Kapolres Ngada Pesan Hotel untuk Cabuli Bocah 6 Tahun Order dari Wanita Inisial F
Baca juga: Semarak Ramadan di Batanghari, Pejabat OPD Ikut Lomba Azan dan Cerdas Cermat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Anwar-Sadat-223.jpg)