Kultum Ramadan

Ciri-ciri Kepribadian Rasulullah 

Rasulullah SAW merupakan nabi akhir zaman dan beliau adalah panutan bagi kita semua. Allah mengabadikan dalam Alquran: Laqod Kana lakum firosulillahi

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Istimewa
KULTUM RAMADAN - Ustaz Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag. 

Oleh: Ustaz Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag.

TRIBUNJAMBI.COM - Rasulullah SAW merupakan nabi akhir zaman dan beliau adalah panutan bagi kita semua. Allah mengabadikan dalam Alquran: Laqod Kana lakum firosulillahi Uswatun Hasanah.

Dalam diri Rasulullah itu ada kehidupan yang baik ada pedoman yang baik bagi kita semua. Tentu sebagai umatnya kita ingin menjadikan Rasulullah sebagai teladan hidup kita. Tetapi perlu kita ketahui tidak semua dari kita punya kemampuan untuk mengikuti beliau. Paling tidak minimal ada kemauan dari kita semua umat Islam seluruh hal ihwal beliau.

Tidak hanya ucapan, tingkah laku, sebagai kepala keluarga, sebagai pimpinan umat, sebagai pimpinan negara dalam kehidupan besar beliau. 

Salah satu tabiat dan kebiasaan beliau yang patut kita contoh ialah beliau adalah seorang pemimpin yang sederhana. Beliau sering mengatakan, bahwa saya tidak pernah makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. 

Pada hadis lain beliau juga menyampaikan bahwa makan dengan menggunakan tiga jari, hadis lain lagi mengatakan bahwa beliau hanya tidur separuh malam. Di tempat lain juga beliau mengatakan bahwa beliau adalah orang yang sedikit dalam berbicara dan sebagainya.

Pedoman-pedoman kehidupan keseharian inilah yang seharusnya menjadi teladan Kita sehari-hari. Apakah kita sebagai kepala keluarga, atau pimpinan dalam masyarakat, atau pimpinan dalam satu daerah.

Rasulullah SAW mengajarkan kita yang mana diabadikan oleh Allah SWT dalam Alquran: misalnya Rasulullah bersifat lemah lembut. Kelembutan itulah yang membuat bukan hanya teman tetapi juga lawan-lawan Rasulullah SAW merasa kagum dan senang. Karena ketika terjadi peperangan maka Rasulullah SAW tidak mau melakukan hal-hal yang tidak terpuji.

Melalui kelembutan-kelembutan Rasulullah SAW maka orang tertarik untuk masuk agama Islam, memeluk agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW. 

Ada lagi Rasulullah dicaci, dihujat, dan sebagainya tetapi beliau mengatakan yaa Allah berikanlah hidayah kepada kaumku karena kaumku tidak mengetahui. 

Sifat lemah lembut, sifat kasih sayang bahkan dalam suatu untaian mengatakan bahwa beliau tidak senang sebelum menyaksikan seluruh umat Islam ini menikmati masuk ke dalam surganya Allah SWT. 

Sehingga Rasulullah SAW memberikan garansi kepada kita untuk itu. Oleh karenanya kita sebagai umat Islam, sebagai umat Rasulullah SAW, hendaknya menjadi umatnya yang menyenangkan hati Rasulullah. Menjadi umat yang selalu membuat hati beliau gembira dan berbunga-bunga. Jangan menjadi umatnya yang membuat hati beliau sakit yang membuat beliau gundah gulana karena perilaku dan tingkah laku.

Ingat ketika beliau hendak dicabut nyawanya oleh malaikat apa yang beliau sampaikan kepada kita? Bahwa beliau mengatakan: ummati ummati ummati, hampir tidak memikirkan dirinya, beliau hampir tidak memikirkan istrinya, beliau hampir tidak memikirkan anak, dan keluarganya. Tetapi siapa yang diingat oleh Rasulullah SAW menjelang menghembuskan nafas terakhir, meninggalkan alam yang fana ini? Yaitu beliau mengatakan umatku, umatku, umatku. Itu menunjukkan rasa sayangnya Rasulullah SAW kepada kita umat Islam yang mempunyai pedoman kita nabi besar Muhammad SAW.

Oleh karena itulah Kita patut bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat iman dan Islam yang dibawa Rasulullah SAW kepada kita. Kita tidak bisa membayangkan seandainya kita tidak diturunkan oleh Allah SWT, lalu tidak membawa ajaran Islam sehingga kita di selamatkan hidup di dunia. Maka tak ubahnya kita seperti batu, seperti tanah, seperti pasir dan lainnya yang tidak bermanfaat secara khusus. 

Tetapi kita sebagai manusia diberikan akal, diberikan hati dan sebagainya. Kesempurnaan ciptaan Allah. Maka Allah mengutus Rasulullah SAW sehingga kita diselamatkan hidup di atas dunia. Dan menjadikan kita lebih berharga dari apa yang diciptakan oleh Allah SWT lainnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved